Pemkab Kulonprogo Larang Mobil Dinas Guna Kepentingan Pribadi saat Libur Lebaran
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Petugas membersihkan luapan minyak jelantah yang terjadi di kawasan Tugu Jogja, Selasa (31/10 - 2023). Harian Jogja /Triyo Handoko
Harianjogja.com, JOGJA—Mencegah kejadian luapan minyak di kawasan Tugu Jogja terus berulang, Pemkot Jogja merencanakan instalasi penangkap limbah lemak di seluruh usaha di kawasan itu. Instalasi penangkap limbah lemak ini dinilai efektif mencegah luapan minyak di saluran limbah di Tugu Jogja.
Pembangunan instalasi penangkal limbah lemak itu sudah disepakati berbagai pelaku usaha di kawasan Tugu Jogja. Rencananya dalam satu bulan ke depan pembangunan instalasi penangkap limbah lemak itu mulai dikerjakan.
Penanggung jawab proyek tersebut adalah UPT Pengelolaan Air Limbah (PAL) Jogja. Kepala UPT PAL Jogja, Nugroho Indratmoko menjelaskan instalasi penangkap limbah lemak masih dikonsultasikan ke pihak ketiga. “Ada gambarannya di setiap usaha kuliner itu memasang penangkal limbah minyak, bisa dipasang di wastafelnya masing-masing,” jelasnya, Rabu (8/11/2023).
Baca Juga: Luapan Minyak di Tugu Terjadi Lagi, DPUPKP Jogja: Bisa Merusak Sistem Drainase
Konsultasi instalasi penangkap limbah lemak, jelas Nugroho, agar mendapat pilihan instalasi yang paling efektif. “Kami juga sudah koordinasi dengan berbagai usaha kuliner disana dari hotel, warung, sampai restoran mereka sepakat pasang penangkap limbah lemak ini,” terangnya.
Instalasi penangkap limbah lemak, menurut Nugroho, terbukti manjur mengatasi pembuangan minyak ke saluran limbah seperti yang sudah dilakukannya di Kelurahan Patehan, Kemantren Kraton. “Dulu di Patehan itu juga mirip kondisinya dengan di Tugu ini, sering ada luapan limbah minyak ke jalan, bahkan di Patehan ini baunya sangat menyengat,” ceritanya.
Baca Juga: Antisipasi Luapan Minyak di Tugu Jogja, Pemkot Akan Periksa Rutin 3 Hari Sekali
Limbah minyak yang meluap di Patehan tersebut, lanjut Nugroho, disebabkan oleh industri bakpia yang banyak di wilayah itu. “Lalu kami koordinasi dengan pelaku industri bakpianya, mereka mau pasang instalasi penangkap limbah minyak ini dan sudah tidak ada lagi luapan minyak di saluran limbah,” ungkapnya.
Meskipun tengah dilakukan konsultasi, sambung Nugroho, instalasi penangkap limbah minyak buka satu-satunya jalan keluar yang akan ditempuh. “Kami akan rutin melakukan pengecekan di saluran limbahnya, ada atau tidak ada luapan minyak akan kami periksa dan gelontorkan air supaya saluran limbahnya lancar,” tegasnya.
Baca Juga: Pemkot Investigasi Cairan Minyak di Utara Tugu Jogja
Sebelumnya diketahui, lupan minyak di depan Kebon Ndalem Café terjadi pada Senin malam (6/11/2023) lalu. Sebelumnya juga terjadi luapan serupa pada Selasa (31/10/2023). Kejadian luapan minyak ke permukaan jalan itu bukan kali itu terjadi, sebelumnya lagi pada Agustus lalu juga terjadi. Akibat luapan minyak itu mengganggu arus lalu lintas, menyebabkan kecelakaan, hingga merusak sistem drainase di samping saluran limbah itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.