Kelok 23 Dibuka, DPRD Minta Pemkab Bantul Kembangkan Destinasi Wisata di Luar Pansela
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul diminta tidak hanya mengandalkan kawasan Pantai Selatan (Pansela) sebagai tujuan wisata,
Ilustrasi longsor./Pixabay-Saiful Mulia
Harianjogja.com, JOGJA—BPBD DIY mengingatkan warga di wilayah rawan bencana longsor seperti di bibir sungai dan sepanjang tebing untuk waspada memasuki awal musim penghujan yang mulai berlangsung di wilayah setempat. Tanah yang muncul retakan lantaran terlalu kering akibat musim kemarau disebut sangat rentan terjadi longsor jika terkena guyuran air hujan yang cukup deras dan lama.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD DIY Lilik Andi Aryanto mengatakan, meski sudah mulai diguyur hujan wilayah setempat sekarang masih dalam musim pancaroba. Hanya saja masyarakat tetap perlu mewaspadai ancaman bencana seperti banjir maupun tanah longsor terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah yang dekat dengan area tebing.
BACA JUGA : BPBD Bantul Imbau Masyarakat Waspadai Banjir, Longsor dan Angin Kencang
“Terutama kemarin yang banyak kejadian di Kulonprogo dan Gunungkidul meski demikian ada beberapa wilayah di sekitar sungai juga ada beberapa yang mengalami longsor, itu kami imbau agar waspada," kata Lilik, Rabu (15/11/2023).
Sementara wilayah banjir kerap terjadi di Kabupaten Kulonprogo selatan dan Bantul selatan. Warga yang bermukim di sepanjang bibir sungai pun patut mewaspadai kenaikan debit air akibat masuknya musim penghujan ini. Sementara untuk talud, pihaknya mengaku sampai sekarang belum mendapatkan laporan soal adanya kejadian yang retak atau perlu diperbaiki.
"Namun perlu diwaspadai karena kemarin kemarau cukup panjang, tanah-tanah banyak yang retak, tanah di tebing perlu diwaspadai, bila ada retakan laporkan ke BPBD melalui kelurahan atau desa, kami akan koordinasikan dengan pihak terkait," jelasnya.
Persiapan menghadapi musim penghujan, BPBD DIY sudah berkoordinasi dengan sukarelawan dan BPBD kabupaten/kota untuk meningkatkan kewaspadaan. Dalam waktu dekat pihaknya juga bakal menggelar apel kesiapsiagaan untuk menghadapi bencana hidrometeorologi memasuki musim penghujan.
"Pekan ini kami juga akan memastikan logistik untuk peralatan yang biasanya dibutuhkan saat bencana hidrometeorologi. Beberapa kelurahan juga mendapat bantuan peralatan bila ada pohon tumbang bisa diatasi secara mandri di wilayah tersebut," jelasnya.
BACA JUGA : Kulonprogo Petakan Kawasan Rawan Longsor, Sukarelawan Mulai Disiagakan
Selain itu potensi pohon tumbang yang dikhawatirkan bakal menimbulkan korban. Hujan deras disertai angin kencang membahayakan keselamatan masyarakat, termasuk pula baliho yang dalam waktu dekat akan memasuki masa tahapan kampanye.
"Kalau di fasilitas umum dan tepi jalan ini sesuai kewenangan dari DLHK. Kami besok juga akan mengundang dari DLHK dan Dinas Perizinan terkait baliho itu juga, ini kan rawan dan mesti dicek kembali kekuatannya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul diminta tidak hanya mengandalkan kawasan Pantai Selatan (Pansela) sebagai tujuan wisata,
Kebakaran supermarket di Berbah membuat Jalan Jogja-Solo arah Solo-Jogja ditutup dan kendaraan dialihkan melalui Simpang Prambanan-Piyungan.
BPS menyebut harga beras September 2026 naik karena pasokan berkurang setelah puncak panen raya dan pengaruh cuaca.
Supermarket Trans Home di Jalan Jogja-Solo Km 11 Sleman terbakar hebat. Api merembet dari bagian belakang hingga melalap seluruh gedung.
Menteri Perindustrian Sarmuji memiliki harta bersih Rp14,93 miliar berdasarkan LHKPN 2025, termasuk kapal senilai Rp5,57 miliar.
Komjen Wahyu Hadiningrat resmi menjadi Wakapolri mendampingi Jenderal Suyudi Ario Seto. Simak profil dan rekam jejaknya.