Tedhak Siten di Tegalrejo Jadi Media Kenalkan Nilai Luhur Jawa
Kelurahan Tegalrejo menggelar Tedhak Siten untuk melestarikan budaya Jawa dan mengenalkan nilai luhur kepada generasi muda.
Teno, salah satu petani Dusun Susukan, Sukorejo, Tegalrejo, Kabupaten Magelang menunjukkan tanaman cabai rawit yang tumbuh kurang maksimal di sawah, Sabtu (4/11/2023)./Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul memperkirakan produksi cabai pada November 2023 turun hingga 20%. Penurunan produksi cabai tersebut disebabkan karena adanya serangan hama bulai.
“Sekarang Bantul baru panen cabai ada yang petik ke delapan dan kelima belas. Alhamdulilah harganya baik harga sudah hampir Rp.50 ribu. Setiap dua hari sekali kami lelang di Sanden. Produksi menurun karena serangan bulai,” kata Kepala DKPP Kabupaten Bantul, Joko Waluyo melalui telepon, Jumat (17/11/2023) siang.
BACA JUGA: Dinsos Bantul Sebut 24 Ribu Warga Miskin Ekstrem Telah Terdata
Dia menuturkan bahwa serangan hama bulai menyerang hampir seluruh pertanian cabai di Kabupaten Bantul. Serangan hama bulai tersebut terjadi karena virus gemini. Virus tersebut dapat menular pada tanaman sekitarnya. “Hampir semua [tanaman cabai] kena bulai. Sehingga ada penurunan [produksi] cabai keriting, cabai rawit,” ujarnya.
Keberadaan hama bulai pun membuat produksi cabai menurun membuat harga cabai berangsur-angsur meningkat. Selain itu menjelang akhir tahun, kebutuhan cabai pun diperkirakan akan meningkat. Joko memperkirakan kenaikan harga cabai akan terjadi hingga akhir tahun.
“Saya kira harga akan naik terus ini, kalau melihat bulan dan kondisi. Sekarang mau akhir tahun, banyak hari raya otomatis permintaan tinggi. Disamping itu banyak orang punya hajatan, tetapi kenaikannya tidak begitu signifikan,” ujarnya.
Meski begitu, Joko pun memperkirakan ketersediaan cabai di Kabupaten Bantul hingga akhir tahun masih mencukupi. Diketahui berdasarkan data DKPP Kabupaten Bantul pada minggu pertama November 2023 ketersediaan cabai besar telah ada 48.55 ton, dan cabai rawit ada 70.42 ton. Sementara kebutuhan cabai besar mencapai 47.38 ton, dan kebutuhan cabai rawit mencapai 69.34 ton. Dari jumlah tersebut ketersediaan cabai besar dan cabai rawit masih surplus masing-masing sekitar 1 ton.
BACA JUGA: DKPP Bantul Imbau Petani Lakukan Penanaman Menyesuaikan Kondisi Cuaca
Menurut Joko masyarakat dapat memberikan obat hama bagi tanaman cabai yang terserang hama bulai. Upaya tersebut dapat dilakukan untuk mengantisipasi hama tersebut menyebar ke tanaman lainnya. Karena itu, pemberian obat hama cabai pun dapat dilakukan untuk perawatan taman yang terkena hama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelurahan Tegalrejo menggelar Tedhak Siten untuk melestarikan budaya Jawa dan mengenalkan nilai luhur kepada generasi muda.
DKPP menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada Anggota KPU RI Parsadaan Harahap terkait penggunaan helikopter saat pelantikan KPPS di Cianjur.
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan penertiban gula rafinasi untuk melindungi petani tebu dan mempercepat target swasembada gula.
Dua mesin diesel milik petani di Bulak Dobangsan, Wates, Kulonprogo dicuri. Korban merugi Rp3,5 juta, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi prihatin atas OTT Bupati Pemalang. Pemprov menunggu status hukum KPK sebelum menunjuk Plt bupati.
GoTo mencatat laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II-2026. Bisnis Fintech menjadi kontributor utama dan melampaui ODS untuk pertama kalinya.