Reklame Ilegal di Kota Jogja Ditarget Hilang Awal 2027
Pemkot Jogja menargetkan seluruh reklame ilegal tuntas ditertibkan pada awal 2027. Satpol PP telah menertibkan 2.767 reklame insidental sepanjang 2026.
Kemiskinan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bantul memastikan seluruh warga miskin ekstrem di Kabupaten Bantul telah terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Dengan begitu, seluruh warga miskin ekstrem pun telah mendapat bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Pusat dan daerah.
Berdasarkan data Dinsos Kabupaten Bantul pada Januari 2023 ada 24.594 jiwa warga miskin ekstrem di Kabupaten Bantul. Awal tahun 2023, ada sekitar 23.300 jiwa yang telah terdaftar di DTKS. Saat ini seluruh Kepala Dinsos Kabupaten Bantul, Gunawan Budi Santoso memastikan seluruh warga miskin ekstrem telah terdata di DTKS.
“Saat ini semua [warga miskin ekstrem] sudah masuk DTKS. Untuk penanganan kemiskinan, ketika itu bersinergi dengan program pemerintah pusat, maka semua harus masuk DTKS. Kalau memang miskin dan belum masuk DTKS, ya kita usulkan ke DTKS,” kata Kepala Dinsos Kabupaten Bantul, Gunawan Budi Santoso, Kamis (16/11/2023).
DTKS merupakan data induk yang berisi data pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial, penerima bantuan dan pemberdayaan sosial serta potensi dan sumber kesejahteraan sosial. DTKS dijadikan data acuan dalam program penangan warga miskin dan penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Dengan telah terdatanya warga miskin ekstrem di Kabupaten Bantul pada DTKS, maka mereka akan menjadi sasaran bagi program penangan warga miskin.
BACA JUGA: Ribut Soal Nyamuk dengan Wolbachia, Ini Pernyataan Kementerian Kesehatan
Gunawan menuturkan saat ini hampir seluruh warga miskin ekstrem telah menerima Program Keluarga Harapan (PKH). Dalam program tersebut, warga diberikan bantuan berupa uang tunai. Sementara beberapa warga miskin ekstrem lainnya mendapatkan Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT) berupa bantuan sembako atau yang saat ini dicarikan dalam bentuk uang tunai.
Sementara menurut Gunawan sebagian besar warga miskin ekstrem merupakan lansia. Meski begitu, Gunawan tidak menyampaikan jumlah pasti persentase warga lansia miskin. “Banyak lansia [warga miskin ekstrem],” ujarnya.
Karena itu, menurut Gunawan, Pemkab Bantul fokus untuk memberikan layanan kepada lansia yang merupakan warga miskin ekstrem. Beberapa program yang dilakukan antara lain melalui jaminan kesehatan, dan pemberian makanan bergizi dalam program Boga Sehat.
“Program jaminan kesehatan ini tidak bisa ditawar. Karena lansia selalu berhubungan dengan pelayanan kesehatan. Harapan kami dengan jaminan kesehatan ini, layanan kesehatan bagi warga lansia dapat diakses secara gratis,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menargetkan seluruh reklame ilegal tuntas ditertibkan pada awal 2027. Satpol PP telah menertibkan 2.767 reklame insidental sepanjang 2026.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 28 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Cek 12 jadwal perjalanan dan tarif tetap Rp8.000.
Kemkomdigi meminta publik melihat utuh pernyataan Presiden Prabowo soal "londo ireng" dan menegaskan tidak ditujukan kepada profesi atau kelompok tertentu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 28 Juli 2026 tersedia dengan 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP dan mengajak generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.