Ratusan Sekolah di Gunungkidul Disetujui Direvitalisasi
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Kondisi Embung Batur Agung di Padukuhan Karangwetan I, Gedangrejo, Karangmojo yang rusak, Senin (20/11/2023). – Harian Jogja/David Kurniawan\r\n
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Embung Batur Agung di Padukuhan Karangwetan I, Gedangrejo, Karangmojo, Gunungkidul kondisinya sangat memprihatinkan. Warga berharap kerusakan di area embung bisa diperbaiki sehingga tidak mangkrak seperti sekarang.
Salah seorang warga di Padukuhan Karangwetan I, Giyarno mengatakan, pembangunan Embung Batur Agung selesai pada akhir 2017 lalu. Fasilitas ini dibangun untuk mendukung budi daya pertanian dan pengembangan sektor kepariwisataan.
Namun demikian, sambung dia, tujuan tersebut tidak pernah terwujud hingga sekarang. Hal ini terlihat dari kondisi embung yang memprihatinkan karena rusak.
“Hanya berfungsi sekitar satu tahun. Setelah itu, terjadi kerusakan hingga sekarang,” kata Giyarno kepada Harianjogja.com, Senin (11/20/2023).
Menurut dia, dari sisi lokasi, keberadaan embung memiliki pemandangan yang indah sehingga layak dikembangkan untuk destinasi wisata. “Tapi sayangnya embung rusak sehingga tidak bisa menampung air secara optimal karena ada kebocoran di beberapa titik di lapisan geo membrane,” ungkapnya.
Giyarno berharap kerusakan ini bisa diperbaiki sehingga keberadaan Embung Batar Sriten bisa dioptimalkan. Salah satunya mewujudkan tujuan awal dari pembangunan, yakni untuk pengembangan pertanian dan kepariwisataan. “Kalau dibiarkan saja, maka semakin mangkrak dan kerusakannya bisa semakin parah,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Dukuh Karangwetan I, Sembodo. Menurut dia, sejak pertengahan 2019 mengalami kerusakan karena lapisan geo membrane bocor akibat dasar embung tidak rata.
BACA JUGA: Tetap Fokus saat Berkendara! Ini 10 Ruas Jalan Rawan Kecelakaan di Jogja
“Kemungkinan bocor ada tekanan dari atas karena terisi air. Sedang di bawah ternyata permukaan tidak rata sehingga batu-batu merobek lapisan geo membran sehingga bocor,” katanya.
Sembodo mengungkapkan, kebocoran embung membuat penampungan air tidak maksimal. Akibatnya, saat memasuki awal kemarau air sudah habis sehingga tidak bisa digunakan untuk perawatan tanaman pertanian milik warga.
“Sekarang memang ada sedikit airnya karena terisi dari air hujan yang turun beberapa waktu lalu. Tapi, untuk isian juga cuma sedikit,” katanya.
Sembodo berharap kerusakan ini bisa diperbaiki sehingga petani di sekitar embung dapat bisa memanfaatkan air dari embung pada saat musim kemarau. Di sisi lain, juga ada upaya pengembangan wisata karena sudah membuka jalan menuju puncak Batur Agung.
“Sebenarnya upaya penambalan sudah dilakukan, tapi rusak lagi. Mudah-mudahan bantuan lagi dari Kemendes PDT untuk perbaikan yang lebih baik sehingga embung bisa bermanfaat seperti tujuan awal saat dibangun,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Rabu 23 September 2026 lengkap dengan rute, jam keberangkatan dan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 23 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 23 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.