Jembatan Garuda Rejosari Dibangun, Warga Tak Lagi Bergantung Crossway
Pembangunan Jembatan Garuda di atas Kali Oya, Rejosari, Semin, disambut antusias warga karena mempermudah akses dan lebih aman saat musim hujan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Iklim investasi di Gunungkidul kian kondusif. Hal ini terlihat dari masuknya investor yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul mencatat pada 2021 target investasi mencapai Rp261 miliar, realisasinya sebesar Rp282,8 miliar.
Setahun berikutnya, pemkab menaikan target investasi menjadi Rp341 miliar. Meski target naik, tetapi seiring pulihnya ekonomi pascapandemi berdampak positif. Nilai investasi yang masuk naik signifikan dan tercatat sebesar Rp634,4 miliar.
Kepala DPMPTSP Gunungkidul, Agung Danarto mengatakan, wilayah Bumi Handayani semakin dilirik investor. Pasalnya, nilai investasi yang terus meningkat setiap tahunnya.
Menurut dia, perkembangan investasi yang semakin baik, tak lepas dari kebijakan pemkab yang memberikan kemudahan pelayanan dalam perizinan. “Peningkatan investasi ini diharapkan dapat berdampak terhadap upaya meningkatkan kesejahteraan Masyarakat,” kata Agung kepada wartawan, Senin (20/11/2023).
Dia menjelaskan, iklim investasi yang semakin moncer bisa dilihat dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Indikator ini tidak hanya terlihat dari naiknya target, namun realisasinya juga terus mengalami peningkatan.
Agung mencontohkan, tahun ini pemkab menargetkan investasi yang masuk sebesar Rp447 miliar. Adapun realisasinya hingga pertengahan November ini sudah mencapai Rp451,4 miliar. “Sejak 2021 lalu investasi yang masuk terus melampaui target. Mudah-mudahan ke depannya juga terus berkembang dengan baik,” katanya.
Dia optimistis investasi di Gunungkidul akan terus berkembang. Keyakinan ini tak lepas adanya kemudahan akses. Salah satunya makin mulusnya Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) diprediksi akan berdampak secara signfikan tehadap masuknya investor. “Investor yang masuk masih didominasi dari sektor kepariwisataan,” kata mantan Panewu Wonosari ini.
BACA JUGA: Perkuat Digitalisasi di Masyarakat, Pemkot Persilahkan Swasta Masuk Investasi Jaringan Internet
Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan, investasi merupakan salah satu program unggulan yang dimiliki. Ia tidak menampik, investor yang masuk mayoritas dari sektor wisata.
Dia pun ingin ada kawasan atau klaster wisata yang bisa dibangun berstandar internasional. Diharapkan dengan wacana ini bisa berdampak terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Harapannya juga bisa ada pemerataan. Saat ini memang masih terkonsentrasi di zona Selatan, tapi ke depannya bisa menyebar ke sektor utara juga,” katanya.
Meski membuka peluang investor sebesar-besarnya, namun Sunaryanta tidak serta merta langsung memberikan izin. Ia menegaskan, proses pengurusan izin harus sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Aturan yang ada harus tetap dipatuhi dan tidak sembarangan memberikan izin,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan Jembatan Garuda di atas Kali Oya, Rejosari, Semin, disambut antusias warga karena mempermudah akses dan lebih aman saat musim hujan.
Pemkot Jogja menambah 10 Sekolah Siaga Kependudukan pada 2026. Dengan tambahan ini, seluruh SMP dan MTs di Kota Yogya ditargetkan telah berstatus SSK.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan El Nino tidak akan mengganggu ketahanan pangan Indonesia. Stok beras nasional mencapai 5,24 juta ton dan produk
Mobil Eropa bekas kini bisa dibeli mulai Rp70 jutaan. Simak 10 rekomendasi BMW, Mercedes-Benz, Audi hingga Volvo yang masih layak dipinang.
Film dokumenter Lisa BLACKPINK berjudul Always Lalisa akan tayang perdana di TIFF 2026. Film ini mengungkap perjalanan karier solo dan kehidupan personal sang i
Tim SAR Gabungan menemukan Taufan Aktafiama, korban tenggelam di Sungai Oya Imogiri, Bantul, pada hari kedua pencarian. Korban ditemukan sekitar lima meter dari