Pilihan Lurah Gunungkidul, 11 Petahana Tersungkur
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Mobil tangki air milik BPBD Gunungkidul saat meyalurkan bantuan kepada warga di Dusun Kwarasan Kulon, Kedungkeris, Nglipar. foto diambil beberapa waktu lalu. /Ist- dok BPBD Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul memastikan anggaran untuk droping air sebanyak 1.026 tangki telah habis. Meski demikian, saat ini masih banyak warga yang mengajukan permohonan air bersih sehingga diajukan tambahan anggaran sebanyak 300 tangki.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan, hujan mulai mengguyur di wilayah Bumi Handayani. Namun, keberadaannya belum merata sehingga permintaan air bersih di Masyarakat masih tinggi.
“Masih banyak yang minta dan sekarang penyaluran bantuan masih berlangsung,” kata Sumadi kepada wartawan, Minggu (26/11/2023).
BACA JUGA: Warga Keluhkan Jalur Perbatasan Gunungkidul-Klaten Masih Gelap
Dia menjelaskan, di tahun ini ada alokasi bantuan sebanyak 1.026 tangki untuk Masyarakat. Namun jatah tersebut sudah disalurkan semuanya sejak awal November lalu.
Oleh karenanya, lanjut Sumadi, BPBD mengajukan tambahan anggaran untuk droping sebanyak 300 tangki air bersih. Total hingga sekarang yang disalurkan ke Masyarakat sudah mencapai 1.100 tangki.
“Ini yang dari BPBD. Sedangkan bantuan ada yang diberikan dari kapanewon maupun pihak ketiga,” katanya.
Menurut dia, tambahan anggaran diambil dari alokasi Belanja Tidak Terduga milik Pemkab Gunungkidul. Diungkapkannya, dana ini bisa dipergunakan karena sudah menetapkan status siaga darurat kekeringan sejak Juli lalu.
“Harusnya habis pada September, tapi diperpanjang lagi hingga akhir November. Memang untuk droping yang dipergunakan anggaran rutin, tapi setelah habis maka langsung mengajukan tambahan ke Badan Keuangan dan Aset Daerah,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengungkapan berdasarkan prakiraan dari BMKG, awal penghujan di Bumi Handayani tidak bersamaan. Minggu ketiga November hujan diprediksi mulai mengguyur zona utara Gunungkidul.
“Nanti disusul zona Selatan, tengah dan lainnya hingga wilayah Gunungkidul benar-benar memasuki musim hujan,” katanya.
Meski turunnya hujan saat ini belum merata, ia berharap kepada Masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana yang mungkin muncul. Untuk antisipasi, Purwono mengakui sudah melaksanakan rapat koordinasi di internal BPBD maupun dengan Pemerintah DIY.
“Tentu kami siagakan personel untuk membantu Masyarakat pada saat terjadi musibah,” katanya.
Menurut dia, hujan yang turun sudah mulai melihatkan peta kerawanan bencana, salah satunya angin kencang. Beberapa waktu lalu, lanjut dia, terjadi embusan angin kencang yang menyebabkan puluhan rumah di Kalurahan Rejosari, Semin rusak.
“Kami mengimbau kepada Masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana, meski sekarang baru awal penghujan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Jadwal SIM Keliling Jogja Oktober 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Simak jam layanan dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Nakhoda KM Virgo Transport 8 berinisial AY ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait tenggelamnya kapal di perairan Laut Jawa.
Nanang Hendarno resmi menjadi Dirut Telkom menggantikan Dian Siswarini. Simak profil dan susunan terbaru Direksi serta Komisaris Telkom.
Jadwal KRL Jogja-Solo 1 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan dari Jogja ke Palur. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif Rp8.000.