Advertisement

Harga Masih Tinggi, Pemda DIY Dorong Petani Cabai Manfaatkan Teknologi

Yosef Leon
Rabu, 29 November 2023 - 12:57 WIB
Mediani Dyah Natalia
Harga Masih Tinggi, Pemda DIY Dorong Petani Cabai Manfaatkan Teknologi Sekda DIY Beny Suharsono memberikan keterangan kepada wartawan soal kenaikan harga cabai yang bisa diatasi dengan pemanfaatan teknologi oleh petani, Rabu (29/11/2023) (Harian Jogja - Yosep Leon Pinsker)

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY mendorong petani di wilayahnya untuk memanfaatkan kemajuan teknologi guna memodifikasi cuaca. Hal ini merespons kenaikan harga cabai yang tembus di kisaran Rp60.000-Rp80.000 per kilogram sampai dengan Rabu (29/11/2023). 

Sekda DIY Beny Suharsono menyampaikan naiknya harga cabai salah satunya diakibatkan oleh faktor cuaca yang terus menerus mengalami kekeringan, sehingga petani beralih ke tanaman komoditas lain yang bisa beradaptasi dengan mudah di masa musim kemarau. 

Advertisement

"Cabai itu masalahnya adalah ketika permintaan naik persediaan kita tidak memadai, makanya kemarin kan ada inisiatif lelang cabai setahun sekali, masak begitu? Bisa ga pola tanam dibuat berkelanjutan? Tapi petani bilang ga mungkin pak masak tanam cabai ketika musim hujan, kan ada teknologi," kata Beny. 

Baca Juga: Teknik Nuklir untuk Pemuliaan Tanaman

Menurutnya, selama ini pola tanam sejumlah komoditas di wilayah setempat masih mengikuti kemauan petani, sehingga otomatis kerap menimbulkan gejolak harga ketika pergantian musim. Oleh karenanya, Beny menyebut pihaknya sudah mendorong agar petani mampu menjalankan pola tanam komoditas sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga ketersediaan selalu cukup. 

"Makanya kita dorong melalui dinas pertanian sudah diminta itu sekarang, bagaimana petani diarahkan ke pola industri sehingga ketersediaan pasokan itu setiap saat ada. Tapi diprotes ga mungkin pak musim hujan tanam cabai soalnya basah. Kan ada teknologi, jadi setiap saat bisa lelang cabai dan ada cabai," jelasnya. 

Baca Juga: Saatnya Sleman Memberdayakan Petani Milenial

Salah satu teknologi yang telah dipakai petani yakni dengan memanfaatkan pertanian elektrifikasi (electrifying agriculture) pada lahan pasir untuk tanaman bawang merah di Bantul. Percobaan ini cukup berhasil ketika masuk musim kemarau, petani tak lagi pusing memikirkan kebutuhan air untuk pasokan tanaman. 

"Salah satunya bawang merah itu yang sudah kita uji coba pakai teknologi, kemarin kita kan panen di Parangtritis itu kan tidak terkendala atas keringnya tanah tapi ketika perlu siraman air sudah pakai teknologi, tinggal klik, ga ada lagi orang jalan nyiram tanaman," ujarnya. 

Baca Juga: Sleman Genjot Produksi Padi Sembada Merah & Hitam

"Kalau menurut saya kendalanya di semua pihak, karena petani masih sistem agraris sementara kami belum mampu meyakinkan bahwa cuaca itu bisa dimodifikasi dengan teknologi, kan harus diyakinkan. Itu harus diuji coba dengan segala keberhasilan dan kegagalan. Tanpa uji coba ya ga bisa, dan ini akan terus begitu," katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Manchester City Pepet Liverpool di Puncak Kalsemen Liga Inggris

News
| Senin, 04 Maret 2024, 09:57 WIB

Advertisement

alt

Indonesia Bidik Turis Portugal sebagai Pasar Pariwisata

Wisata
| Minggu, 03 Maret 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement