Advertisement

Didukung Kemensos, Kulonprogo Bentuk Satu Kampung Siaga Bencana Baru di Sini

Andreas Yuda Pramono
Kamis, 30 November 2023 - 22:27 WIB
Mediani Dyah Natalia
Didukung Kemensos, Kulonprogo Bentuk Satu Kampung Siaga Bencana Baru di Sini KSB Glagah sedang melakukan simulasi bencana tsunami yang menyebabkan korban jiwa di Glagah, Temon, Kulonprogo pada Kamis (30/11/2023). KSB Glagah menjadi KSB keempat belas di Kabupaten Kulonprogo. Ke depan, Pemkab setempat masih akan membentuk empat KSB.(Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono)

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—Kabupaten Kulonprogo membentuk satu kampung siaga bencana (KSB) baru tepatnya di Kalurahan Glagah, Kapanewon Temon, Kulonprogo pada Kamis (30/11/2023). Pembentukan KSB tersebut penting utamanya kerawanan di Glagah salah satunya tsunami.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kulonprogo, Lucius Bowo Pristiyanto mengatakan KSB Glagah merupakan KSB keempat belas di Kulonprogo.

Advertisement

“Kami akan mengusulkan tambah semacam metamorfosa karena sebenarnya di wilayah Selatan sudah ada KWSB [Kawasan Siaga Bencana] dalam rangka mengantisipasi megatrust tsunami. Tapi dari evaluasi Dinsos DIY, pola pembinaan lebih efektif pakai pola KSB,” kata Bowo ditemui di Glagah, Temon pada Kamis (30/11/2023).

Baca Juga: Mitigasi Bencana Masuk dalam Rencana Pembangunan di Kota Jogja

Bowo menambahkan beberapa kalurahan di wilayah Selatan yang memiliki status KWSB akan dimigrasikan pola pembinaannya menjadi KSB. Selain itu, wilayah Utara juga akan ditambah untuk satu KSB menyusul kerawanan longsor.

Dia menjelaskan KSB penting karena dapat langsung menyasar dan bergerak untuk menangani dampak bencana sebelum tindak lanjut oleh BPBD.

Di lain pihak, Kepala Bidang Perlindungan Sosial Dinsos DIY, Sigit Alfianto mengatakan KSB memiliki tiga pilar yaitu tim KSB 60 orang, gardu sosial, dan lumbung sosial. Lumbung sosial berisi sandang, per makanan, alat-alat penanganan paska bencana.

Baca Juga: Mitigasi Bencana di Kawasan Wisata: Menjaga Kewaspadaan saat Bercengkerama dengan Semesta

Dia menjelaskan lumbung sosial digunakan utamanya untuk penanganan bencana. Namun begitu lumbung sosial dapat digunakan untuk penanganan kemiskinan atau kegiatan sosial lain. Apabila stok logistik kosong maka Dinsos kabupaten setempat dapat mengajukan permohonan kepada Dinsos DIY.

“Jika tidak ada bencana, bisa digunakan untuk mengatasi sosial. Misal ada warga tidak mampu dan baru saja melahirkan bisa kita berikan [logistik],” kata Sigit.

Beberapa hari ke depan, Dinsos DIY akan mengirim logistik ke Dinsos PPPA Kulonprogo untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi.

“Kulonprogo kemarin sudah mengajukan ke kami untuk empat KSB lagi. Jadi insyallah kami lakukan [bentuk] lagi tahun depan. Empat itu di Banaran, Karangwuni, Krembangan, dan satu lagi sedang kami investarisasi di wilayah Utara,” katanya.

Baca Juga: BPBD DIY: Mitigasi Gempa Sulit, Karakteristik Sesar Aktif Berbeda dengan Wilayah Lain

Lebih jauh, Sigit menjelakan pembentukan KSB Glagah didukung oleh Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial RI dengan fasilitasi lumbung sosial senilai Rp235 juta.

Penjabat (Pj) Bupati Kulonprogo, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan pembentukan KSB menjadi upaya kesiapsiagaan. Dia menegaskan masyarakat perlu siap apabila terjadi bencana. Dengan begitu korban yang mungkin ada dapat ditanggulangi secara cepat dan tepat.

“Kulonprogo itu punya bencana tsunami, longor, banjir, dan kekeringan. Tapi mudah-mudahan secara keruangan, tindakan preventif terhadap dapat dilakukan. Contohnya dengan menyiapkan masyarakat ketika tinggal di wilayah bencana,” kata Made.

Berkaitan dengan bencana yang mengancam wilayah Utara Kulonprogo atau perbukitan, Made telah meminta Kepala Dinas Pariwisata untuk mendampingi dan evaluasi kawasan wisata agar aman untuk dikunjungi wisatawan.

Sementara itu, Lurah Glagah, Sigit Pramono mengatakan selain ancaman bencana tsunami, Kalurahan Glagah juga terancam terkena puting beliung dan banjir abrasi di Pesisir.

“Sejauh ini kalau terkait dengan tsunami, Pemerintah Kalurahan sudah melakukan sosialisasi dan simulasi,” kata Sigit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kasus Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual Jadi Kasus Terbanyak di Mahkamah Syariyah di Aceh

News
| Selasa, 05 Maret 2024, 13:07 WIB

Advertisement

alt

Indonesia Bidik Turis Portugal sebagai Pasar Pariwisata

Wisata
| Minggu, 03 Maret 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement