Advertisement

Tak Melulu di Malioboro, Dispar DIY Sebut Desa Wisata Kini Jadi Favorit Wisatawan

Alfi Annisa Karin
Minggu, 03 Desember 2023 - 16:27 WIB
Ujang Hasanudin
Tak Melulu di Malioboro, Dispar DIY Sebut Desa Wisata Kini Jadi Favorit Wisatawan Batik lukis wajah Akhyar Muzaki asal Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul. - Harian Jogja - Jumali.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Pelaksana Harian Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Kurniawan menyebut adanya perubahan tren wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Spot wisata tak lagi terfokus pada sumbu filosofi seperti di Tugu, Malioboro, dan Kraton Yogyakarta. Wisata dengan konsep live indiesche hingga beberapa spot desa wisata kini juga semakin diminati. Ini lantaran banyaknya wisatawan yang ingin merasakan berbagai pengalaman baru.

“Sekarang sudah mulai seperti itu, terutama wisatawan Nusantara dari kota-kota besar seperti Jakarta, Semarang, dan sebagainya. Ada kerinduan mereka menikmati suasana kehidupan yang tidak pernah dijumpai, experience baru. Segmennya banyak yang keluarga, belum dalam rombongan dalam jumlah banyak,” kata Kurniawan, Minggu (3/12/2023)

Advertisement

Dia mengaku sering dimintai rekomendasi desa-desa wisata yang patut untuk dikunjungi di DIY. Salah satu desa wisata yang siap menerima kunjungan wisatawan sewaktu-waktu adalah Desa Wisata Wukirsari. Di sana, pengunjung bisa merasakan pengalaman membuat karya batik. Ada juga desa wisata yang menawarkan pengalaman membuat berbagai kerajinan lainnya.

Meski permintaan kunjungan tinggi, tapi Kurniawan menyebut masih sedikit jumlah desa wisata yang siap dikunjungi oleh wisatawan sewaktu-waktu.

“Memang kita belum banyak (desa wisata) terus terang. Jadi, harus disiapkan dulu, baru nanti dikunjungi. Kita ingin ada yang siap setiap saat. Seperti hotel itu ada dadakan, home stay nya siap dan sebagainya,” imbuhnya.

BACA JUGA: Wukirsari Masuk 75 Desa Wisata Terbaik Nasional, Ini Kelebihannya

BACA JUGA: Melirik Kampung Giriloyo, Pusat Masyarakat Mataram Membuat Batik

Kurniawan menuturkan pengembangan desa wisata akan terus digencarkan. Selain untuk memenuhi permintaan kunjungan wisatawa, keberadaan desa wisata juga bisa mengurai kemacetan di pusat kota.

“Di kota sudah crowded, macet, carrying capacity-nya terbatas. Ini salah satu strategi untuk mengurangi ketimpangan wilayah, jadi tidak terpusat di kota saja. Moga-moga kemudian Sleman, Bantul itu nular ke Kulonprogo dan Kulonprogo, kan ketimpagannya bisa kita kurangi,” ungkapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kasus Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual Jadi Kasus Terbanyak di Mahkamah Syariyah di Aceh

News
| Selasa, 05 Maret 2024, 13:07 WIB

Advertisement

alt

Indonesia Bidik Turis Portugal sebagai Pasar Pariwisata

Wisata
| Minggu, 03 Maret 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement