Advertisement

PSPD UGM Dorong Pengembangan Ekonomi Biru Melalui Jejaring Komunitas

Ujang Hasanudin
Selasa, 05 Desember 2023 - 00:47 WIB
Ujang Hasanudin
PSPD UGM Dorong Pengembangan Ekonomi Biru Melalui Jejaring Komunitas Pameran produk ramah lingkungan dalam pasar komunitas yang digelar di Embung Potorono, Banguntapan, Bantul. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Pusat Studi Perdagangan Dunia (PSPD) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Circular Economy Forum (CEF) 2023 di Embung Potorono, Minggu (3/12/2023) malam. Forum tersebut merupakan bagian dari pengembangan ekonomi biru melalui jejaring komunitas.

Forum bertajuk "Menguatkan Tata Kelola Maritim Berkelanjutan Indonesia: Pengarusutamaan Inisiatif Jejaring Komunitas untuk Mendorong Pengembangan Ekonomi Biru" tersebut melibatkan melibatkan berbagai aktor seperti UMKM, akademisi, pegiat lingkungan, pemangku kebijakan dan masyarakat umum.

Advertisement

Dalam kegiatan tersebut juga digelar pameran produk UMKM yang ramah lingkungan. Ketua pelaksana CEF 2023, Mario Aden Bayu menjelaskan, pameran pasar komunitas ini menjadi bagian dari upaya mengadvokasi UMKM dan masyarakat untuk menghasilkan produk yang lebih ramah lingkungan.

Menurutnya pasar komunitas ini diselenggarakan tahun kedua. Pertama diselenggarakan tahun 2022. Tahun ini total ada 52 UMKM yang terlibat dalam expo pasar komunitas tersebut. "Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengadvokasi dan mendukung penerapan ekonomi biru. Dimana, saat ini laut sedang menghadapi ancaman kerusakan akibat aktivitas manusia," melalui siaran tertulisnya.

Pasar komunitas terselenggaran dengan berbagai pihak. Dalam kesempatan CEF 2023 tersebut juga digelar sarasehan sebagai sarana memberikan edukasi kepada publik tentang pentingnya peran masyarakat dalam meningkatkan ekonomi sekaligus menjaga alam tetap lestari.

Sebelum CEF 2023 juga telah dilaksanakan sarasehan tentang demokrasi ekonomi indonesia, kelas komunitas berdaya, kampanye lingkungan hidup, dialog nasional kebijakan ekonomi biru.

"Forum-forum yang digelar dalam CEF menemukan para ahli, praktisi, masyarakat dan stakeholder guna penguatan gagasan bahwa ekonomi biru perlu didukung karena dapat menjaga keberlanjutan lautan dan ekosistem laut, memberikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, menciptakan lapangan kerja, memanfaatkan sumber daya laut yang berkelanjutan, dan menjaga keseimbangan ekologi untuk masa depan," paparnya.

BACA JUGA:Dinkop UKM Dorong Pengolahan Limbah Minyak Jelantah

Mario juga menyampaikan PSPD UGM memiliki tiga pilar penting dalam rangka ekonomi biru. Pertama, riset, kedua penerapan kebijakan, dan ketiga pemberdayaan komunitas.

"Dalam pemberdayaan komunitas, sebagaimana kita ketahui, di Jogja ini banyak komunitas, tapi masih perlu di jahit, supaya membentuk satu jaring, satu kain yang bisa mengatasi persoalan sampah. Di sini fungsi PSPD UGM agar komunitas-komunitas bisa bersatu dan terkoneksi," sambungnya.

Sementara itu, salah satu perwakilan komunitas, Sekolah Sampah Ringas Trengginas, Dwi Wantoro menyampaikan pentingnya peran PSDP UGM di dalam pengembangan komunitas yang dia kelola.

"Kami sebagai komunitas yang diasuh oleh PSDP UGM, yang pertama kami (bisa) diminta untuk mendampingi para mahasiswa, ini dari sisi akademisnya untuk betul-betul belajar di tempat usaha, khususnya di Sekolah Sampah Ringas Trengginas. Kalau dari sisi komunitas masyarakat, kami menjadi lebih banyak lagi mengenal (jejaring) untuk menyampaikan edukasi," bebernya.

Pihaknya turut mengapresiasi konsorsium yang dibentuk oleh PSDP UGM yang telah menaungi banyak komunitas di Yogyakarta. Harapannya, dengan penerapan ekonomi biru ini, dapat mengurangi pencemaran laut dari sampah di masa yang akan datang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kasus Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual Jadi Kasus Terbanyak di Mahkamah Syariyah di Aceh

News
| Selasa, 05 Maret 2024, 13:07 WIB

Advertisement

alt

Indonesia Bidik Turis Portugal sebagai Pasar Pariwisata

Wisata
| Minggu, 03 Maret 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement