Advertisement

Aman di Jalan, Utamakan Keselamatan

Media Digital
Rabu, 06 Desember 2023 - 22:57 WIB
Maya Herawati
Aman di Jalan, Utamakan Keselamatan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa (IST)

Advertisement

SLEMAN—Kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab kematian nomor 2 terbesar di dunia, bahkan Indonesia menjadi negara peringkat ketiga di dunia dengan rasio kematian kecelakaan lalu lintas dengan jumlah korban 25.000–30.000 korban setiap tahunnya.

Yang lebih memprihatinkan lagi jumlah tersebut didominasi korban dari usia produktif dan pelajar. Jika dirunut lebih rinci Kabupaten Sleman menjadi wilayah dengan jumlah kecelakaan lalu lintas tertinggi di DIY. Pada tahun 2021 tercatat 1707 kejadian laka lantas dan naik hingga 2.571 kejadian di tahun 2022. Sedangkan di tahun 2023 hingga bulan November lalu tercatat 1.851 kejadian.

Advertisement

"Angka ini patut menjadi keprihatinan sekaligus peringatan bagi kita semua sehingga perlu dilakukan upaya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas," kata Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, Rabu (6/12/2013).

Untuk mengurangi kejadian kecelakaan, kata Danang, Pemkab Sleman berupaya untuk memenuhi infrastruktur jalan dan perhubungan di Kabupaten Sleman sesuai dengan standar kelayakan jalan serta pemasangan rambu lalu lintas untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

Setiap tahun, Dinas Perhubungan Sleman berupaya memenuhi jumlah fasilitas keselamatan berlalu lintas. Jumlah pemasangan rambu lalu lintas yang dipasang pun terus bertambah. Hingga tahun 2023, Pemkab Sleman telah memasang 10 APILL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas), 2.082  rambu lalu lintas, sebanyak 1.582 cermin tikungan, sebanyak 8.721 titik penerangan jalan umum serta 100 Alat Pembatas Kecepatan.

Meski demikian, katanya,sebagian besar kejadian kecelakaan justru terjadi karena kelalaian pengguna jalan, yaitu berawal dari ketidakpatuhan pengguna jalan terhadap peraturan dan rambu-rambu lalu lintas. "Oleh karena itu penting untuk menanamkan disiplin berlalu lintas sejak dini," ujarnya.

Dinas Perhubungan Sleman, lanjut Danang, juga telah bekerjasama dengan Kepolisian sigap menyelenggarakan kampanye dan sosialisasi tertib lalu lintas ke sekolah-sekolah di Kabupaten Sleman mulai dari tingkat TK hingga SMA.

"Upaya ini tentunya harus didukung oleh setiap warga masyarakat. Mulai dari langkah sederhana seperti memberikan teladan tentang keselamatan berkendara, seperti menggenakan helm, jaket, masker dan sabuk keselamatan setiap akan berkendara. Kedisiplinan ini harus konsisten dilakukan, demi keselamatan penggunanya bukan demi terlihat tertib di mata petugas," ungkap Danang.

Danang pun mengajak setiap orang tua agar tegas untuk tidak mengizinkan anaknya yang masih di bawah umur untuk membawa kendaraan sendiri. Sebab berkendara bukan soal teknik mampu berkendara, tetapi juga kematangan psikis serta tanggung jawab untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain.

"Oleh karena itu pastikan setiap orang tua untuk menjadi duta keselamatan berlalu lintas agar tercipta tertib lalu lintas. Tentunya dengan kesadaran ini akan menurunkan angka fatalitas di jalan raya," ujarnya.

Danang juga mengingatkan kepada setiap pengguna jalan untuk saling bertoleransi kepada pengguna jalan lain. Jalan raya merupakan fasilitas publik yang harus kita jaga dan kita pergunakan berdampingan secara bijaksana. "Pastikan Anda mematuhi setiap rambu lalu lintas dan berkendara pada batas kecepatan yang telah ditentukan," ujarnya.

Hari Besar

Memasuki libur akhir tahun, hari raya Natal dan tahun baru, biasanya Sleman dipadati pengunjung dari berbagai daerah sehingga menyebabkan kemacetan dan sangat rawan kecelakaan.

"Maka sebelum berkendara saya ingatkan untuk memastikan kendaraan anda dalam keadaan yang baik, mematuhi peraturan lalu lintas sehingga terhindar dari kecelakaan," kata Danang.

"Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan termasuk setiap masyarakat untuk berperan serta dalam upaya penurunan angka kecelakaan lalu lintas. Mari bersama bijak berlalu lintas, Aman di jalan, utamakan keselamatan," harapnya.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Gibran Enggan Beberkan Hasil Pembahasan Kementerian Baru dengan Prabowo di Kartanegara

News
| Sabtu, 24 Februari 2024, 08:27 WIB

Advertisement

alt

Pelancong Masuk ke Thailand Diwajibkan Bawa Uang Tunai Minimal Rp6,7 Juta

Wisata
| Jum'at, 23 Februari 2024, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement