Advertisement

Libur Natal, Pemkab Kulonprogo: Harga Bahan Pokok Tetap Naik, Tetapi Tidak Ekstrem

Andreas Yuda Pramono
Rabu, 06 Desember 2023 - 16:57 WIB
Arief Junianto
Libur Natal, Pemkab Kulonprogo: Harga Bahan Pokok Tetap Naik, Tetapi Tidak Ekstrem Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY, Yuna Pancawati sedang menjelaskan situasi stok dan harga bahan pokok (bapok) di Pasar Wates, Rabu (6/12/2023). - Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kulonprogo memprediksi kenaikan bahan pokok (bapok) menjelang perayaan Natal dan libur akhir tahun tidak akan ekstrem.

Kepala Disdagin Kulonprogo, Sudarna mengatakan kenaikan harga terjadi akibat dinamika pasar dan Pemkab memiliki tugas menyediakan stok bapok.

Advertisement

Apabila permintaan naik, kata dia, maka harga ikut naik. “Kalau saya melihatnya pasti naik. Tetapi tidak akan ekstrem. Kami masih melihatnya dengan pergerakan harga di mana kalau membandingkan dengan tahun lalu masih sama,” kata Sudarna, Rabu (6/12/2023).

Sampai saat ini, Disdagin menggandeng pihak ketiga telah menggelar beberapa kali pasar murah di sejumlah daerah di Kulonprogo guna menstabilkan harga pasar. Selain itu, hari ini, Disdagin juga menggelar pengawasan bersama Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) DIY di Pasar Wates dan produsen beras.

“Kami lakukan pemantauan karena untuk memastikan stok dan memantau harga. Kami harap dari sisi pasokan cukup dan dari sisi harga masih dalam konteks wajar sehingga masyarakat masih mampu membeli,” katanya.

Dia menerangkan musim hujan baru saja datang, sebab itu beberapa komoditas tanaman belum optimal. Dengan begitu ada keterbatasan dari sisi produksi dan tidak semua bapok tersedia di Kulonprogo. “Memang ada beberapa komoditas di Kulonprogo yang termasuk produsen seperti cabai dan bawang merah. Itu pun tidak serta merta lebih murah,” ucapnya. 

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda DIY, Yuna Pancawati mengatakan El-Nino yang melanda Indonesia menurunkan produksi bapok sehingga membuat harga menjadi naik seperti cabai. “Cabai merah, rawit, setan itu mengalami kenaikan. Mudah-mudahan dengan adanya operasi pasar dapat menurunkan harga-harga,” kata Yuna.

BACA JUGA: Jelang Nataru, Stok Bahan Pokok di Sleman Aman

Yuna menambahkan selain cabai, kenaikan harga juga menyasar komoditas beras, telur, gula pasir, minyak, bawang putih, dan bawang merah.

Meski begitu, dia menegaskan kenaikan masih berada diambang batas wajar, tidak lebih dari 6%. “Kalau ketersediaan menjelang HBKN [hari besar keagamaan nasional] natal dan tahun baru cukup,” katanya.

Kenaikan harga, kata dia dipengaruhi juga karena banyaknya pertemuan dan kegiatan akhir tahun, termasuk untuk menyambut wisatawan.

Penelaah Kebijakan Teknis di Bidang Produksi dan Perlindungan Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo, Nur Kurniawati mengatakan produksi cabai keriting dari Januari sampai bulan November 2023 mencapai 23.504,07 ton, sedangkan cabai rawit mencapai 6.303,77 ton. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Gibran Enggan Beberkan Hasil Pembahasan Kementerian Baru dengan Prabowo di Kartanegara

News
| Sabtu, 24 Februari 2024, 08:27 WIB

Advertisement

alt

Pelancong Masuk ke Thailand Diwajibkan Bawa Uang Tunai Minimal Rp6,7 Juta

Wisata
| Jum'at, 23 Februari 2024, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement