Advertisement

Kualitas Sungai Serang Terus Menurun, Ternyata Sumber Pencemarnya Mencapai 1.913 Unit

Andreas Yuda Pramono
Kamis, 07 Desember 2023 - 18:17 WIB
Arief Junianto
Kualitas Sungai Serang Terus Menurun, Ternyata Sumber Pencemarnya Mencapai 1.913 Unit Ilustrasi Sungai Serang. - Harian Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulonprogo selesai menyusun dokumen kajian sumber pencemar daerah aliran sungai (DAS) Serang. Salah satu hasil kajiannya adalah jumlah sumber pencemar.

Kepala Bidang Penataan dan Pengendalian Lingkungan DLH Kulonprogo, Toni mengatakan DAS Serang merupakan salah satu DAS penting di Bumi Binangun.

Advertisement

Pada DAS Serang juga terdapat waduk yaitu Waduk Sermo yang berperan sangat penting dalam pemenuhan air irigasi juga sebagai pengendali banjir.

"Seiring perkembangan pembangunan maka berkembang pula kegiatan-kegiatan yang berpotensi mencemari air dan mengurangi kualitas air," kata Toni ditemui di kantornya, Kamis (7/12/2023).

Toni juga mengatakan indeks kualitas air (IKA) Sungai Serang turun dari tahun ke tahun. Hal tersebut mengacu pada laporan hasil pemantauan kualitas air pada Sungai Serang 2019-2022 dengan tujuh parameter.

Selama empat tahun tersebut, nilai IKA masuk kategori kurang baik. Dari situlah muncul upaya untuk mengkaji sumber pencemar guna mengetahui faktor penyebab terjadinya penurunan kualitas sungai tersebut.

Dari hasil kajian tersebut, ditemukan bahwa ada 1.913 unit sumber pencemar di DAS Serang yang terbagi dalam tiga kategori yaitu industri, fasilitas pelayanan kesehatan, dan jasa pariwisata.

BACA JUGA: Sebanyak 6.201 Titik Jadi Sumber Pencemaran Sungai di Sleman

Dari situ, ada beberapa rekomendasi yaitu meningkatkan upaya pembinaan, pendampingan, dan mendorong pelaku UKM dalam pengelolaan air limbah secara baik dan benar.

Lalu, meningkatkan kolaborasi antarsektor dalam upaya perlindungan dan pengelolaan mutu air baik dari aspek perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauannya.

Toni mengatakan hasil kajian tersebut menjadi upaya dalam mengambil kebijakan. Dengan begitu tiap OPD terkait dapat secara tepat menyusun program yang bertumpu pada pengendalian beban pencemar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kasus Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual Jadi Kasus Terbanyak di Mahkamah Syariyah di Aceh

News
| Selasa, 05 Maret 2024, 13:07 WIB

Advertisement

alt

Indonesia Bidik Turis Portugal sebagai Pasar Pariwisata

Wisata
| Minggu, 03 Maret 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement