Advertisement

Beasiswa Mahasiswa Raja Ampat Tak Kunjung Cair, Ipmapa DIY: Mereka cuma Dibekali Rp300 ribu

Triyo Handoko
Senin, 11 Desember 2023 - 17:57 WIB
Arief Junianto
Beasiswa Mahasiswa Raja Ampat Tak Kunjung Cair, Ipmapa DIY: Mereka cuma Dibekali Rp300 ribu Perwakilan mahasiswa baru dari Raja Ampat, Papua Barat yang terlantar karena program beasiswa belum teralisasi melaporkannya ke ORI DIY, Senin (11/12/2023). Harian Jogja - Triyo Handoko

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 28 mahasiswa baru Angkatan 2023 asal Raja Ampat, Papua Barat yang tergabung dalam program beasiswa tengah terlantar, Senin (11/12/2023). Pasalnya, kedatangan mereka ke Jogja pada September silam untuk menempuh pendidikan di kampus swasta Jogja itu hanya dibekali Rp300.000 oleh Pemda Raja Ampat.

Selain uang bekal Rp300.000 per orang, mahasiswa baru asal Papua Barat ini juga difasilitasi tiket pesawat ke Jogja. Selain itu, sebenarnya mereka dijanjikan mendapat biaya hidup dan biaya pendidikan hingga lulus.

Advertisement

Janji pembiayaan itu diberikan Pemda Raja Ampat lewat Dinas Pendidikan dengan program beasiswa. Pemberian biaya hidup itu mestinya diberikan pada Desember 2023 ini, sayangnya janji tak kunjung terealisasi sehingga kondisi 28 mahasiswa Papua itu kini terlantar.

Biaya hidup yang dijanjikan diterima 28 mahasiswa Papua itu per bulannya Rp1,1 juta yang diberikan setiap enam bulan sekali. “Masalahnya setelah kami konfirmasi, anggaran pembiayaan itu baru dianggarkan pada 2024 nanti. Padahal sebelumnya dijanjikan akan dibayar pertama pada Desember ini, akibatnya banyak yang kelaparan, menunggak kos, hingga tak dapat mengikuti ujian,” kata Sekretaris Jenderal Ikatan Pelajar Mahasiswa Papua (Ipmapa) DIY, Irto Mamoribo, Senin (11/12/2023).

Irto menerangkan ke-28 mahasiswa baru Papua ini diantar langsung Dinas Pendidikan Raja Ampat ke Jogja. “Mereka ini direkrut langsung, ditawari oleh Pemda Raja Ampat. Janjinya cukup bayar Rp5 juta maka dapat beasiswa untuk menunjang pendidikan kuliah dan biaya hidupnya di Jogja hingga lulus,” terangnya.

Janji program beasiswa itu, menurut Irto, sangat janggal pasalnya baru kali itu ada penawaran beasiswa diminta bayar terlebih dahulu. “Pembayaran itu untuk apa tidak jelas juga, katanya untuk daftar link pendaftaran beasiswa. Lalu program beasiswa ini juga tak jelas, ada disebut program Kartu Indonesia Pintar, beasiswa Wakil Bupati Raja Ampat, dan beasiswa kerja sama dengan kampus swasta yang jadi tempat kuliah,” ungkapnya.

BACA JUGA: Kelaparan dan Tunggak Bayar Kos, Mahasiswa Papua Kuliah di Jogja Keluhkan Beasiswa Tak Cair

Ipmapa DIY, jelas Irto, sudah mengecek bahwa disebut program Kartu Indonesia Pintar tidak dipungut biaya dan dapat diakses langsung oleh seluruh masyarakat tanpa perlu Pemda. Sedangkan program kerjasama dengan kampus swasta tersebut, lanjut Irto, belum ada perjanjiannya. “Sudah kami cek ke kampusnya, ternyata belum ada kerja sama itu secara tertulis. Baru disusun draftnya. Sedangkan saat kami tanya sumber pendanaan beasiswa ini, Dinas Pendidikan Raja Ampat juga tak memberikan jawaban,” katanya.

Oleh Ipmapa DIY, masalah ini pun dilaporkan ke Ombudsman RI Perwakilan (ORI) DIY. “Kami menerima laporan ini dan akan menindaklanjutinya, pertama kami akan coba konfirmasi ke kampus swasta tersebut. Setelahnya akan meneruskan laporan ini ke ORI Papua karena mereka yang berwenang menyelesaikan masalah ini karena ada dugaan maladministrasi layanan pendidikan di sana,” kata Kepala ORI DIY, Budhi Masturi.

Konfirmasi ke kampus swasta tersebut, jelas Budhi, untuk memastikan program beasiswa apa yang diperoleh 28 mahasiswa Papua ini. "Karena masih simpang siur terkait program beasiswa apa ini, sehingga perlu diluruskan," terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Konser Kali Kedua di Jakarta, Ed Sheeran Gunakan Music Performer Visa

News
| Senin, 04 Maret 2024, 17:37 WIB

Advertisement

alt

Indonesia Bidik Turis Portugal sebagai Pasar Pariwisata

Wisata
| Minggu, 03 Maret 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement