Pemkab Kulonprogo Larang Mobil Dinas Guna Kepentingan Pribadi saat Libur Lebaran
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Gelar potensi pertanian sayur kelompok tani di Kota Jogja pada Agro Expo J-Tugu 2023 beberapa waktu lalu./Istimewa-Dinas Pertanian dan Pangan Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Menghadapi musim hujan, warga Kota Jogja dihimbau untuk mulai menanam sayuran di pekarangannya masing-masing. Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja menyebut pihaknya sudah membagikan benih sayuran kepada 287 kelompok tani di Jogja untuk menghadapi musim hujan.
DPP Kota Jogja menilai musim penghujan ini punya momentum untuk meningkatkan potensi pertanian sayur di wilayahnya. Potensi sayuran itu dapat meningkatkan ketahanan pangan warga Kota Jogja sendiri.
Soal dukungan bibit sayuran, DPP Kota Jogja sudah maksimal memberikannya ke seluruh kelompok tani yang tersebar di seluruh wilayahnya. Bahkan di Kota Jogja sendiri sudah ada 25 rumah bibit yang dikelola DPP Jogja bersama gabungan kelompok tani yang ada di 45 kelurahan.
Kepala Bidang Pertanian DPP Jogja Eny Sulstyowati menyebut dinasnya tak hanya memfasilitasi benih saja tapi juga pupuk dan media tanam seperti polybag. “Bahkan seluruh kelompok tani sudah mengikuti bimbingan teknis yang sudah kami lakukan November kemarin,” terangnya, Senin (11/12/2023).
Sayuran yang direkomendasikan DPP Kota Jogja untuk ditanam saat musim penghujan ini, jelas Eny, adalah sayuran yang tak memerlukan cukup banyak air. “Seperti kangkung, sawi, kol dan sejenisnya, ini untuk mengantisipasi jika nanti tidak turun hujan lagi atau jika musim hujannya tidak stabil,” jelasnya.
BACA JUGA: Konsumsi Buah dan Sayur Warga Kota Jogja Meningkat
Pantuan Eny di sejumlah kelompok tani di Kota Jogja menunjukan masyarakat meningkat antusiasmenya dalam pertanian. “Tren makin antusiasme ini karena banyak kelompok tani khususnya yang menanam sayuran terbukti berhasil baik dalam indikator pertanian dimana hasil panennya bisa dinikmati sendiri maupun dalam indikator ekonomi dimana bisa menambah penghasilan,” ujarnya.
Tak hanya lewat kelompok tani, sambung Eny, DPP Jogja juga meningkatkan minat pertanian masyarakat Jogja juga dengan petugas penyuluh lapangan. “Seluruh kemantren sudah ada petugas penyuluhan di mana tiap waktu turut mendampingi secara profesional kelompok tani agar terus dapat meningkatkan kapasitas dan aktivitas pertaniannya,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.