Anggaran Pilur Serentak Gunungkidul 2027 Naik Jadi Rp4,6 Miliar, Ini Alasannya
Pilur serentak Gunungkidul 2027 direncanakan di 55 kalurahan dengan kebutuhan anggaran Rp4,6 miliar, naik dari Rp2,6 miliar pada 2025.
Pengunjung menaiki wahana kereta mini di Desa Wisata Cibuk Kidul di Kalurahan Margoluwih, Seyegan, Sleman. Foto diambil Rabu (21/12/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman berkomitmen untuk terus mengembangkan sektor pariwisata. Salah satunya dengan mengenalkan potensi wisata-wisata baru sehingga bisa menjadi alternatif kunjungan bagi para wisatawan.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan sektor wisata merupakan salah satu unggulan yang dimiliki pemkab. Upaya pengembangan terus dilakukan, khususnya berkaitan dengan desa wisata yang berbasis masyarakat.
Menurut dia, keberadan wisata alternatif ini sangat penting karena bisa memberikan pengalaman baru. Di sisi lain bertujuan agar kunjungan tidak terpusat di objek-objek wisata yang sudah terkenal seperti di kawasan Prambanan dan Kaliurang.
Dia mencontohkan, destinasi wisata alternatif yang dikembangkan adalah Desa Wisata Cibuk Kidul di Kalurahan Margoluwih, Seyegan, Sleman.
Menurut Kustini, di tempat ini sudah ada kelompok Masyarakat yang menggelolanya dengan keunggulan pemandangan alam pedesaan dan dilengkapi dengan wahana atraksi seperti kereta minim, kolam perikanan hingga laboratorium mina padi sebagai tembat wisata edukasi.
“Potensi-potensi ini yang terus digali. Tugas dari pemkab untuk mendampingi dan mempromosikan agar destinasi yang ada bisa dikenal sehingga banyak pengunjung berdatangan,” katanya.
Menurut dia, pengembangan wisata berbasis Masyarakat dapat memberikan dampak yang positif, khususnya untuk upaya mendorong kesejahteraan. “Keberadaan destinasi ini juga untuk menghidupkan wisata di Sleman barat,” katanya.
Tokoh Masyarakat di Padukuhan Cibuk Kidul, Widodo mengatakan, desa wisata yang dikelola bermula dari pengembangan mina padi di 2015 lalu.
Dia tidak menampik program ini mendapatkan pengakuan dari FAO berkaitan dengan program ketahanan pangan yang mengkombinasikan pertanian dengan pertanian. “Mina padi yang dikembangkan mencapai 25 hektare,” katanya.
BACA JUGA: Objek Wisata Lereng Merapi Disebut Masih Aman Dikunjungi Saat Libur Nataru
Menurut dia, setelah pengembangan mina padi, lantas ada program pembuatan laboratorium mina padi. Tempat ini dibangun di lahan seluas 2.800 meter persegi untuk wisata edukasi mina padi.
Guna menarik minat pengunjung di sekitar lokasi juga ada dilengkapi wahana seperti kereta mini. Wahana ini bisa dicoba pengunjung untuk berkeliling di seputaran laboratorium mina padi.
“Selain mina padi juga ada wahana mina kolam, mina kalen dan lain sebagainya. Untuk kunjungan sudah ramai, khususnya saat libur akhir pekan atau saat masa liburan tiba,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul 2027 direncanakan di 55 kalurahan dengan kebutuhan anggaran Rp4,6 miliar, naik dari Rp2,6 miliar pada 2025.
BMKG mengingatkan potensi hujan petir, gelombang tinggi hingga 4 meter di selatan Jawa Timur, serta banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
Como bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Torino 3-1. Kemenangan ini membawa Como naik ke peringkat keempat klasemen Liga Italia.
Cek jadwal SIM Keliling Jogja 26 Oktober 2026 di Kantor Kapanewon Godean, Sleman, jam SIM Corner JCM dan Ramai Mall, serta syarat perpanjangan SIM A dan C.
AS Roma menang 4-2 atas Cagliari pada pekan kesembilan Liga Italia. Kemenangan ini membawa Roma naik ke peringkat ketiga klasemen.
Prakiraan cuaca DIY Rabu 28 Oktober 2026, Kulon Progo hingga Gunungkidul berpotensi hujan ringan, sedangkan Sleman dan Jogja berpeluang hujan petir.