DPRD Sleman Desak Pemkab Pastikan 4.278 ATS Kembali ke Bangku Sekolah
DPRD Sleman meminta penanganan 4.278 anak tidak sekolah dievaluasi setiap tiga bulan. Pemkab didorong memastikan ATS kembali mengakses pendidikan, bukan sekadar
Ilustrasi Guru
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gunungkidul berkomitmen meningkatkan kualitas satuan pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalu pengembangan kapasitas guru.
Kepala Dispendik Gunungkidul, Nunuk Setyowati mengatakan upaya meningkatkan kualitas satuan pendidikan dapat dimulai dari kulitas guru.
“Kami mulai dari guru dulu. Jadi bagaimana guru mengajar dengan cara menyenangkan. Muaranya nanti pada anak-anak sehingga memiliki karakter,” kata Nunuk dihubungi, Jumat (22/12/2023).
Nunuk menambahkan Dispendik Gunungkidul memiliki branding Optimis Kurika atau Optimalisasi Implementasi Kurikulum Merdeka. Optimis Kurika merupakan branding dari Dinas Pendidikan dalam upaya meningkatkan pembelajaran yang lebih bemakna dan mewujudkan profil pelajar Pancasila.
Dia menegaskan guru perlu lebih banyak belajar karena pelajar saat ini lebih mudah mengakses informasi melalui Internet. Kompleksitas informasi atau pengetahuan yang dimiliki pelajar perlu diimbangi dengan kapasitas guru.
“Guru jadi bisa mengarahkan anak-anak agar bisa belajar dengan baik. Biar memanfaatkan informasi teknologi dapat pas,” katanya.
Baca Juga:
HARI GURU : Kualitas Guru di Indonesia Masih Memprihatinkan
Waduh! Tahun Depan Indonesia Kekurangan 1,3 Juta Guru
Kualitas Guru PAUD Rendah, Ini Dampaknya
Sebelumnya, Kepala Bidang Sekolah Dasar, Dispendik Gunungkidul, Hary Sulaksana mengatakan upaya meningkatkan kualitas sekolah dapat dilakukan melakui penyediaan kebutuhan guru dan sarpras. Sebab itu, perlu adanya regrouping sekolah karena pembiayaan dari Pemkab untuk kebutuhan guru tidak dapat menyasar banyak titik.
“Harapannya juga ada peningkatan kualitas sekolah karena semakin berkurang sekolah yang harus didanai kan bisa lebih meningkat dari sisi sarpras dan kebutuhan guru,” kata Hary.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman meminta penanganan 4.278 anak tidak sekolah dievaluasi setiap tiga bulan. Pemkab didorong memastikan ATS kembali mengakses pendidikan, bukan sekadar
Dana Transfer ke Daerah atau TKD 2027 mencapai Rp735 triliun, naik Rp42 triliun, tetapi masih 20,1% di bawah alokasi 2025.
Bulog menyalurkan beras dan minyak goreng bagi penyintas gempa NTT. Bantuan mencapai 10 ton beras dan 1.000 liter minyak per kabupaten.
Gempa magnitudo 6,2 mengguncang Parigi Moutong. BPBD menyebut belum ada laporan rumah warga rusak, tetapi plafon dan dinding kantor PU terdampak.
Gubernur NTT Melki Laka Lena menetapkan status tanggap darurat gempa selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026.
PLN siagakan 45.000 personel dan cadangan daya 9 GW untuk mengamankan kelistrikan nasional saat HUT ke-81 RI.