7 Ekor Kambing Warga Tepus Mati Diserang Hewan Misterius
Tujuh kambing warga Tepus, Gunungkidul, mati dengan luka gigitan diduga akibat serangan kawanan hewan liar di tengah kemarau
Tebing Breksi - dok Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata Sleman masih memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan menyangkut dengan masalah lama tinggal wisatawan. Pasalnya, hingga akhir November 2023, lama tinggal pengunjung dalam negeri belum sampai dua hari.
Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto mengatakan, sektor wisata terus tumbuh. Hal ini bisa dilihat dari Tingkat kunjungan ke destinasi wisata di Bumi Sembada.
Hingga pekan ketiga Desember 2023, tercatat kunjungan sudah mencapai 6,9 juta orang. Jumlah ini sudah mencapai 99,46% dari target kunjungan sebanyak tujuh juta pengunjung.
Meski demikian, ia mengakui, untuk lama tinggal masih harus ditingkatkan. Pasalnya, hingga sekarang, khususnya pengunjung dalam negeri baru di kisaran 1,83 hari.
“Kalau untuk turis mancanegara sudah 2,1 hari. Tapi, untuk lokal [dalam negeri] hingga akhir November lalu baru 1,83 harus dan belum sampai dua hari menginapnya,” kata Kus kepada wartawan, Senin (25/12/2023).
Lama tinggal wisatawan menjadi salah satu fokus yang ingin diperpanjang. Diharapkan semakin lama wisatawan tinggal, maka perputaran uang juga semakin tinggi sehingga dampaknya dapat dirasakan oleh Masyarakat secara luas.
Untuk akomodasi, ia mengakui tidak ada masalah karena di Sleman sudah banyak memiliki penginapan maupun hotel yang representative.
“Lama tinggal ini juga sangat terdognkrak adanya even berskala international seperti Sleman Temple Run, Jogja International Heritage Walk hingga Ngayogjazz,” katanya.
Pihaknya berkomitmen untuk mendorong agar lama kunjungan bisa lebih diperpanjang. Upaya yang dilakukan dengan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Pariwisata DIY, Dinas Pariwisata Kota Jogja maupun Badan Promosi Pariwisata Sleman dalam upaya promosi.
“Kami juga menyiapkan even maupun atraksi untuk menarik minat wisatawan untuk berkunjung tour de ambarukmo, ambarukmo volcano run, bedog art festival, sleman temple run dan lain sebagainya,” katanya.
BACA JUGA : Wuih! Selama 2023, Wisatawan Habiskan Rp19,04 Triliun untuk Berwisata di Sleman
Kepala Badan Promosi Pariwisata Sleman, Wahjudi Djaja mengatakan, akan membantu upaya pemkab untuk mempromosikan destinasi wisata yang dimiliki. Menurut dia, di 2024 ada harapan lama tinggal wisatawan bisa ditingkatkan.
Beberapa upaya telah dilakukan mulai dari menyediakan calender of event 2024 yang siap diluncurkan guna menarik minat para penggunjung. “Yang tak kalah penting adalah promosi wisata. sebab, sektor perkembagan sektor wisata erat kaitannya dengan kepercayaan. Jadi, upaya memamerkan potensi wisata yang dimiliki sangatlah penting,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh kambing warga Tepus, Gunungkidul, mati dengan luka gigitan diduga akibat serangan kawanan hewan liar di tengah kemarau
Cara cek rekening penipu online sebelum transfer melalui layanan CekRekening dan Kredibel. Simak langkah serta tindakan jika sudah menjadi korban.
Studi AVILOO terhadap lebih dari 500.000 tes mengungkap kondisi baterai 20 model mobil listrik setelah menempuh hingga 150.000 kilometer.
Daftar 10 pemain dengan market value tertinggi Super League 2026/2027. Stjepan Loncar milik Persija menjadi yang termahal dengan nilai Rp20,86 miliar.
Google meluncurkan Google Pics, platform desain dan edit gambar berbasis AI Nano Banana yang disiapkan untuk bersaing dengan Canva dan Adobe Express.
DPRD Kota Jogja meminta Pemkot Jogja memberi insentif bagi kader Posyandu yang selama ini membantu pelayanan kesehatan masyarakat.