Anggaran Pilur Serentak Gunungkidul 2027 Naik Jadi Rp4,6 Miliar, Ini Alasannya
Pilur serentak Gunungkidul 2027 direncanakan di 55 kalurahan dengan kebutuhan anggaran Rp4,6 miliar, naik dari Rp2,6 miliar pada 2025.
Tebing Breksi - dok Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata Sleman masih memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan menyangkut dengan masalah lama tinggal wisatawan. Pasalnya, hingga akhir November 2023, lama tinggal pengunjung dalam negeri belum sampai dua hari.
Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto mengatakan, sektor wisata terus tumbuh. Hal ini bisa dilihat dari Tingkat kunjungan ke destinasi wisata di Bumi Sembada.
Hingga pekan ketiga Desember 2023, tercatat kunjungan sudah mencapai 6,9 juta orang. Jumlah ini sudah mencapai 99,46% dari target kunjungan sebanyak tujuh juta pengunjung.
Meski demikian, ia mengakui, untuk lama tinggal masih harus ditingkatkan. Pasalnya, hingga sekarang, khususnya pengunjung dalam negeri baru di kisaran 1,83 hari.
“Kalau untuk turis mancanegara sudah 2,1 hari. Tapi, untuk lokal [dalam negeri] hingga akhir November lalu baru 1,83 harus dan belum sampai dua hari menginapnya,” kata Kus kepada wartawan, Senin (25/12/2023).
Lama tinggal wisatawan menjadi salah satu fokus yang ingin diperpanjang. Diharapkan semakin lama wisatawan tinggal, maka perputaran uang juga semakin tinggi sehingga dampaknya dapat dirasakan oleh Masyarakat secara luas.
Untuk akomodasi, ia mengakui tidak ada masalah karena di Sleman sudah banyak memiliki penginapan maupun hotel yang representative.
“Lama tinggal ini juga sangat terdognkrak adanya even berskala international seperti Sleman Temple Run, Jogja International Heritage Walk hingga Ngayogjazz,” katanya.
Pihaknya berkomitmen untuk mendorong agar lama kunjungan bisa lebih diperpanjang. Upaya yang dilakukan dengan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Pariwisata DIY, Dinas Pariwisata Kota Jogja maupun Badan Promosi Pariwisata Sleman dalam upaya promosi.
“Kami juga menyiapkan even maupun atraksi untuk menarik minat wisatawan untuk berkunjung tour de ambarukmo, ambarukmo volcano run, bedog art festival, sleman temple run dan lain sebagainya,” katanya.
BACA JUGA : Wuih! Selama 2023, Wisatawan Habiskan Rp19,04 Triliun untuk Berwisata di Sleman
Kepala Badan Promosi Pariwisata Sleman, Wahjudi Djaja mengatakan, akan membantu upaya pemkab untuk mempromosikan destinasi wisata yang dimiliki. Menurut dia, di 2024 ada harapan lama tinggal wisatawan bisa ditingkatkan.
Beberapa upaya telah dilakukan mulai dari menyediakan calender of event 2024 yang siap diluncurkan guna menarik minat para penggunjung. “Yang tak kalah penting adalah promosi wisata. sebab, sektor perkembagan sektor wisata erat kaitannya dengan kepercayaan. Jadi, upaya memamerkan potensi wisata yang dimiliki sangatlah penting,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul 2027 direncanakan di 55 kalurahan dengan kebutuhan anggaran Rp4,6 miliar, naik dari Rp2,6 miliar pada 2025.
Stella Christie meminta perguruan tinggi memahami perkembangan AI, mengevaluasi peran pendidikan, dan memetakan kompetensi lulusan.
Riko Simanjuntak meminta maaf kepada suporter setelah PSS Sleman kalah 1-2 dari Borneo FC di Stadion Maguwoharjo.
TelkomGroup meluncurkan empat kapabilitas Sovereign Digital Technology di DTIIF 2026 untuk memperkuat kemandirian digital, infrastruktur AI, dan akses pasar UMK
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Rabu (28/10/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis
Danantara dan BP BUMN merestrukturisasi PTPN I untuk memperkuat keuangan, dengan EBITDA positif Rp1,9 triliun dan target restrukturisasi 2027.