Rencana Induk Kepariwisataan Jogja 20262045 Jangan Hanya Fokus Jumlah Wisatawan
DPRD Jogja meminta Rippar 2026–2045 tak hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga lama tinggal, belanja, tenaga kerja, dan lingkungan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Kepala Disdikpora Bantul, Isdarmoko menyampaikan hingga saat ini telah ada 90% satuan pendidikan mulai dari Paud hingga SMP di Bantul yang memiliki Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK). Pembentukan TPPK dan Satgas untuk mencegah dan menangani kekerasan di satuan pendidikan tersebut sesuai dengan Permendikbud No. 46/2023.
Dia menyampaikan tim tersebut dibentuk untuk melindungi hak anak, mencegah terjadinya kekerasan, perundungan, bullying, intoleransi dan diskriminasi di satuan pendidikan. Tim tersebut terdiri dari minimal tiga orang antara lain guru, orang tua atau komite sekolah, dan masyarakat.
Sebelum itu menurut Isdarmoko telah Bantul telah memiliki sekolah ramah anak (SRA) dengan tujuan mencegah perundungan dan melindungi anak dari kekerasan di instansi pendidikan.
“Itu memang namanya kekerasan sudah menjadi permasalahan bukan hanya sekarang, tetapi sejak dulu aja, terkait mekanisme pencegahan penanganan kita harus ada,” ujarnya melalui telepon, Selasa (9/1/2024).
Baca Juga
Januari-September 2023 Terdapat 157 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Bantul
Kronologi 15 Siswa SD di Jogja Jadi Korban Kekerasan Seksual Guru Pakai Pisau
Tekan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Pemkab Bantul Optimalkan Peran Puspaga
Sementara menurut Isdarmoko beberapa sekolah di Bantul juga telah mendeklarasikan sebagai sekolah anti-gank, kekerasan, perundungan, pergaulan bebas, dan narkoba sebagai bentuk komitmen sekolah terhadap persoalan kekerasan di sekolah. Selain itu, menurut dia, pihaknya bersama dengan beberapa instansi terkait seperti Dinkes, DP3AP2KB, Kepolisian dan Komisi Perlindungan Anak (KPA) Bantul telah memberikan sosialisasi terkait dengan pencegahan kekerasan di satuan pendidikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Jogja meminta Rippar 2026–2045 tak hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga lama tinggal, belanja, tenaga kerja, dan lingkungan.
Hari Kretek Nasional 2026 diwarnai konsolidasi 15 komunitas yang menghasilkan enam tuntutan terkait regulasi industri kretek.
Kemkomdigi membuka kanal pengaduan kuota internet melalui 159 dan meminta operator memenuhi perlindungan sisa kuota sesuai putusan MK.
Pabrik es KNMP Poncosari Bantul belum optimal karena harga jual dan persaingan es balok, ditambah minimnya hasil tangkapan nelayan.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut baru 25 persen sekolah mengajarkan coding dan AI, mulai kelas 5 SD hingga SLTA.
Sofyan/Akbar meraih perak voli pantai Asian Games 2026. Indonesia kini mengoleksi 5 emas, 10 perak, 23 perunggu.