Pemotongan Hewan Kurban di Sleman Anjlok 73 Persen pada 2026
Pemotongan hewan kurban di RPH Mancasan dan Kentungan Sleman turun 24,6 persen pada Iduladha 2026. Penurunan terbesar terjadi pada domba yang anjlok hingga 73,3
Foto ilustrasi sampah di kawasan pantai. /Harian Jogha-Dok.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—UPT Kebersihan dan Pertamanan Gunungkidul Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul menyampaikan tonase selama bulan Desember 2023 mencapai 82,76 Ton. Kenaikan ini terekam jelas dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Kepala UPT Kebersihan dan Pertamanan Gunungkidul, Heri Kuswantoro mengatakan apabila melihat tonase sampah setiap tahunnya, bulan Desember dan Januari menjadi puncak ledakan sampah.
“Sampah masuk ke TPAS [Tempat Pemrosesan Akhir Sampah] Wukirsari sebanyak 1.427,07 ton. Khusus dari pantai, sampah masuk sebesar 82,76 Ton,” kata Heri dihubungi, Selasa (9/1/2024).
Heri menjelaskan total tonase sampah 1.427,07 Ton berasal dari pelanggan kebersihan seperti rumah tangga, kantor, pelaku usaha, serta destinasi wisata. Di kawasan pantai, sampah yang ada berasal dari wisatawan dan aktivitas pelaku usaha.
Sampai saat ini, armada sampah yang dimiliki UPT sebanyak 20 unit dengan rincian dua unit roda empat, lima arm roll, dan sisanya dump truck. Armada ini yang digunakan untuk mengangkut sampah pelanggan.
“Destinasi wisata yang menjadi pelanggan pengangkutan sampah UPT ada tiga belas di wilayah pantai. Kalau total pelanggan rumah tangga ada 3.794,” katanya.
Apabila melihat tren kenaikan-penurunan sampah selama tahun 2023, tonase akan melonjak di bulan Januari dan Desember menyusul libur Natal dan Tahun Baru. Januari 2023 tonase sampah mencapai 1.614.890 ton. Dari angka itu, sebanyak 84.470 berasal dari kawasan pantai. Bulan Februari sampai April, sampah dari kawasan pantai menurun; secara berurutan sebanyak 66.050 ton, 59.820 ton, dan 52.240 ton.
Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup setempat juga telah mengimbau agar masyarakat dapat mengelola sampah secara mandiri melalui keberadaan Bank Sampah dan TPS3R.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Gunungkidul, Eko Suharso Prihantoro mengatakan Gunungkidul telah memiliki sekitar 210 bank sampah dan akan bertambah. Sedangkan jumlah TPS3R baru ada 17 titik.
Tahun 2024, Eko mengaku akan ada pembangunan satu TPS3R dan pendirian sepuluh Bank Sampah yang tersebar di seluruh wilayah di Gunungkidul.
“Bank Sampah dapat mengelola 30 persen sampah anorganik yang dihasilkan satu keluarga. Lalu 70 persen sisanya adalah sampah organik yang bercampur dan dapat dikelola di TPS3R,” kata Eko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemotongan hewan kurban di RPH Mancasan dan Kentungan Sleman turun 24,6 persen pada Iduladha 2026. Penurunan terbesar terjadi pada domba yang anjlok hingga 73,3
FIFA dan adidas meluncurkan Trionda Final, bola resmi semifinal hingga final Piala Dunia 2026. Bola berwarna emas-hitam ini dibekali teknologi AI untuk membantu
Mobil bekas Rp70 jutaan masih menawarkan banyak pilihan menarik. Mulai Toyota Agya, Honda Jazz, Avanza hingga Suzuki Swift yang cocok untuk ke
Jadwal 32 besar Japan Open 2026: 8 wakil Indonesia bertanding hari ini. Fajar/Rian, Putri KW, Zaki Ubaidillah, dan lainnya siap tempur. Simak jadwal lengkap.
Didier Deschamps hengkang dari Timnas Prancis usai kalah 0-2 dari Spanyol. Zinedine Zidane siap gantikan, Fabrizio Romano konfirmasi era baru Les Bleus.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih melantik tiga kepala OPD hasil lelang jabatan. Ia menyoroti layanan RSUD, kemiskinan, dan penguatan Satpol PP.