Dinkominfo Pekalongan Studi Banding Satu Data Indonesia ke Bantul
Dinkominfo Kabupaten Pekalongan studi banding ke Bantul untuk mempelajari Satu Data Indonesia, statistik sektoral, geospasial, dan keamanan informasi.
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep saat berkunjung ke komplek Kepatihan untuk bertemu dengan Gubernur DIY, Minggu (14/1/2024). Harian Jogja - Yosef Leon Pinsker
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima kunjungan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep di Kantor Gubernur DIY Kompleks Kepatihan, Jogja, Minggu (14/1/2023) pagi. Meski hari libur, Sultan memilih untuk menemui anak Presiden Jokowi itu di Kantor Gubernur, bukan di Kompleks Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Belum lama ini, Capres dari nomor urut 03 Ganjar Pranowo juga diterima Sultan di Kantor Gubernur DIY, bukan di Kraton Jogja. Baik pertemuan Kaesang maupun Ganjar digelar secara tertutup. Bahkan pada pertemuan Minggu pagi, Kaesang tidak bersedia diwawancara saat di Kompleks Kepatihan.
BACA JUGA : Di Jogja, Kaesang Kumpulkan Sejumlah Influencer
Sekda DIY Beny Suharsono mengungkap alasan pertemuan antara Kaesang dengan Sri Sultan HB X tidak digelar di Kraton Ngayogyakarta lantaran menerima Kaesang dengan status sebagai Gubernur DIY. Menurut Beny Sultan terbuka dengan siapa pun yang ingin bertamu.
"Pertemuannya kan beliau selaku Gubernur [DIY] dan tamu-tamu kan sudah terbiasa diterimanya di sini [Kompleks Kepatihan]. [Kaesang] Hanya istri saja yang mendampingi dan tidak beratribut apa pun, tapi kan Ngarso Dalem, siapa pun yang mau bertemu beliau [Sultan HB X] dengan senang hati diterima," kata Beny kepada wartawan usai mendampingi Sultan.
Pertemuan yang berlangsung kurang lebih selama satu jam itu tertutup bagi awak media. Selepas bertemu Sultan, Kaesang tidak menerima wawancara dari para jurnalis. Dirinya langsung melanjutkan kunjungan ke sejumlah tempat di Jogja.
Kaesang tiba di Kompleks Kepatihan sekitar pukul 09.00 WIB didampingi istrinya Erina Erina Sofia Gudono. Sekda DIY Beny Suharsono yang menyambut putra bungsu Presiden Joko Widodo itu langsung mengantarkannya ke ruang kerja Gubernur DIY.
Beny menyatakan kedatangan Kaesang untuk bertemu dengan Sri Sultan merupakan ajang silaturahmi. Keduanya banyak berbicara tentang situasi terkini kenegaraan. Selain itu pembicaraan juga berlangsung santai, dialog antara Sultan dan Ketua Umum PSI itu.
"Kedatangannya silaturahmi sebagai generasi muda ya tentu ingin dialog, setelah itu bicara situasi kekinian yang terjadi, intinya dialog kekeluargaan dia kan dari Solo yang harus ke Jogja dan ssbagainya," ujarnya.
Beny menyebut pembicaraan antara Sultan dan Kaesang sama sekali tidak menyinggung soal pernyataan Ade Armando yang beberapa waktu lalu viral lantaran melontarkan kata-kata tentang politik dinasti di DIY.
"Mboten, itu kan sudah berlalu mestinya. Sudah selesai, Ade Armando sudah selesai, Mas Kaesang intinya ya dialog kenegaraan. Ya karena generasi muda jadi dialognya ala generasi muda. Tidak terkait dengan situasi yang kemarin muncul misalnya dengan masalah di Jogja, itu sudah selesai," ujarnya.
Permintaan maaf soal pernyataan Ade Armando tersebut, kata Beny, sebelumnya sudah disampaikan oleh Sekjen PSI Raja Juli saat bertemu dengan Sultan dalam agenda MoU pensertifikatan Sultan Ground beberapa waktu lalu. "Permintaan maaf, kan sudah dilakukan oleh Pak Sekjen, sudah menyampaikan ke situ," katanya.
BACA JUGA : Sekjen PSI Temui Sultan Jogja Buntut Pernyataan Ade Armando, Begini Hasilnya
Beny menambahkan, ada pembicaraan yang menarik antara Sultan dengan Kaesang dalam pertemuan singkat tersebut. Kaesang, kata dia, banyak menerima masukan dari Sultan soal masalah kebangsaan.
"Menurut saya yang menarik dari dialog itu karena beliau pemimpin muda ingin mendapatkan banyak masukan bagi kemanfaatan negara ke depan. Sultan kan juga pernah memimpin hal yang sama dulu, bahkan 3 periode sehingga pelan-pelan itu disampaikan ke Mas Kaesang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkominfo Kabupaten Pekalongan studi banding ke Bantul untuk mempelajari Satu Data Indonesia, statistik sektoral, geospasial, dan keamanan informasi.
Marc Marquez menegaskan tak akan memakai media untuk menyerang lawan. Ia mengakui eksposur media bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.
“Perbankan masih menjadi tulang punggung untuk kegiatan intermediasi keuangan di DIY dan kami yakin bahwa pondasi industri jasa keuangan DIY tetap terjaga,"
Salam tiga jari yang digunakan dalam aksi BEM UI pada 28 Oktober 2026 memiliki sejarah sebagai simbol solidaritas dan perlawanan terhadap kekuasaan otoriter.
Joaquin Gomez dirumorkan menjadi pelatih baru PSIM Jogja. Manajemen meminta publik menunggu pengumuman resmi, sementara tim masih dipimpin Guntur.
Kenali perbedaan sepatu road running dan trail running dari bantalan, sol, bobot, hingga perlindungannya agar sesuai dengan medan lari.