Air Tinggal Menetes, Warga Tepus Endapkan Air Keruh untuk Mandi
Warga Padukuhan Duwet di Tepus mengandalkan air keruh dari Kali Wonosari akibat kemarau. Air harus diendapkan sebelum digunakan.
Suasana Desak Anies yang berlangsung di Rocket Convention Hall di Kalurahan Sidomoyo, Godean, Selasa (23/1/2024). Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Calon Presiden nomor 1, Anies Rasyid Baswedan berkomitmen untuk pembangunan DIY pada saat terpilih menjadi presiden. Ini Disampaikan dalam acara Desak Anies di Rocket Convention Hall di Kalurahan Sidomoyo, Godean, Selasa (23/1/2024).
Didalam sambutannya, Anies berkeinginan menjadikan DIY sebagai pusat kebudayaan Indonesia. Untuk mewujudkannya, ia mengaku sudah menyiapkan program yang dikenal dengan Jogja Kancah Baur Budaya.
Program ini terdiri dari beberapa gagasan mulai dari pembangunan pusat sinema Jogja; ruang terbuka hijau; ruang ekspresi kesenian dan olahraga. Adapun dari sisi transportasi, Anies juga ingin mengembangkan sistem transportasi yang dijalankan di Jakarta dengan sebutan Translingko Jogja.
“Ada juga permasalahan sampah sehingga akan dibangun tempat pengelolaan sampah terpadu,” katanya, Kamis.
Di sisi lain, ia juga menyoroti pembangunan di sektor Selatan yang sering terlewatkan. Oleh karenanya, Anies berkomitmen untuk melakukan akslerasi pembangunan di wilayah Selatan DIY.
“Jadi itu kami bayangkan Jogja [DIY] sebagai pusat dimana kegiatan kebudayaan dan Pendidikan bisa tumbuh disitu,” katanya.
Sebagai pusat budaya, Anies menganggap pentingnya membangun pusat sinema untuk menumbuhkan perfilman di DIY. Hal tersebut tak lepas adanya sekolah perfilman sehingga dengan program itu makin banyak jurusan-jurunan di bidang seni peran ini.
“Jika disiapkan, maka akan jadi salah satu ekosistem untuk menumbuhkan perfilman sehingga bisa mewakili Indonesia di kancah internasional,” katanya.
Sesuai dengan visi misi yang dimiliki tentang kebudayaan, Anies menginginkan agar perfilman bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan memesona di negeri orang. “Oleh karenanya harus dikembangkan dan pemerintah sudah harus memikirkan, bukan hanya membangun infrastruktur yang bisa difoto setiap lima tahun sebelum pilpres. Tapi, yang dibangun untuk membangun kebudayaan kita dalam jangka yang Panjang,” katanya.
Ia pun mencontohkan budaya KPop di Korea Selatan yang sudah terkenal di seluruh dunia. Untuk mencapainya dibutuhkan waktu yang Panjang di karenakan pemerintah disana sudah mulai menggagasnya sejak 90an dan dampaknya baru terasa 20 tahun kemudian. “Memang membutuhkan investasi yang besar untuk mewujudkannya,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Duwet di Tepus mengandalkan air keruh dari Kali Wonosari akibat kemarau. Air harus diendapkan sebelum digunakan.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.