Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Kondisi Alun-alun Wonosari yang sudah mulai tumbuh rumput di beberapa titik, dimana rencananya akan dilakukan penebalan material sirtu di lapangan tersebut, Senin (29/1/2023).
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Penataan Alun-alun Wonosari kembali dilakukan dengan rencana akan menebalkan material lapangan dengan pasir dan batu kerikil. Penambahan sirtu untuk mempertebal lapangan di Alun-alun Wonosari juga akan dibarengi dengan penanaman bibit rumput.
Penambahan sirtu untuk mempertebal lapangan itu sedang dianggarkan pengadaanya oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul. "Dalam waktu dekat, tak sampai pertengahan tahun atau saat musim hujan habis sudah kami lakukan penebalan," jelas Kepala DLH Gunungkidul Hary Sukmono pada Senin (29/1/2023).
Pengadaan material sirtu unutk penebalan itu, jelas Hary, masih menunggu karena anggaran belum tersedia. "Sedang diurus dan diusulkan, soal besarannya berapa masih menunggu ketersedian anggarannya," terangnya.
Ditargetkan sudah dilakukan penebalan hingga pertengahan 2024 karena, lanjut Hary, mengikuti momen musim hujan yang ada. "Kita targetkan selama musim hujan karena nanti juga akan ditanami bibit rumput saat penebalan sirtu ini, sehingga kami usahakan dilakukan selama musim hujan ini," katanya.
Kondisi lapangan Alun-alun Wonosari saat ini, sambung Hary, sudah tumbuh rumput alami di beberapa titik. "Nanti dipertebal lagi dengan bibit rumput yang ditanam agar semuanya tampak alami," ujarnya.
Selain mempertebal sirtu , menurut Hary, DLH Gunungkidul juga akan memperrata lapangan Alun-alun Wonosari. Dimana tampak gunundukan lebih tinggi di tengah lapangan.
BACA JUGA : Penataan Tahap II Selesai, Rumput Alun-Alun Wonosari Dibiarkan Tumbuh Alam
DLH Gunungkidul juga tengah mengkaji sistem drainase di Alun-alun Wonosari. "Agar semuanya lancar, tidak ada genangan sehingga perlu memastikan drainase yang ada dapat bekerja dengan baik," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Fathul Wahid bukan dikenal sebagai penyair. Dia akademisi, Guru Besar Sistem Informasi, dan Rektor UII. Justru karena itulah puisinya terasa menarik.
DSI resmi jadi BUMN baru pengelola ekspor SDA. Siap kendalikan sawit, batu bara, dan ferro alloy mulai 2026.
Simak cara menyalakan genset saat listrik padam dengan aman agar terhindar dari korsleting dan kerusakan mesin.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerja sama dengan DPRD DIY menggelar bedah buku Cerdas Mengolah Sampah Mandiri Bersama Komunitas
Cek jadwal terbaru KRL Jogja–Solo 23 Mei 2026. Berangkat tiap jam, tarif Rp8.000, rute Tugu–Palur lengkap.