Kasus Kebakaran di Bantul Melonjak, Karhutla Mendominasi selama September
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Sukarelawan BPBD Sleman mengevakuasi pohon tumbang. /ist BPBD Sleman
Harianjogja.com, JOGJA—BPBD DIY menyebut tengah mewaspadai munculnya siklon 99 S yang menyebabkan cuaca ekstrem dan sejumlah bencana lainnya di wilayah setempat. Sebelumnya sejumlah daerah di Indonesia sudah diterpa oleh siklon anggrek yang berlangsung pada Januari lalu.
Kepala BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan, informasi yang diterima pihaknya dari BMKG terdapat siklon 99 S yang diperkirakan bakal membentuk titik siklon lain di sejumlah daerah. Hal itu nantinya juga akan berpengaruh terhadap cuaca ekstrem sampai Maret dan April mendatang.
BACA JUGA : Ada Siklon Tropis Anggrek, Potensi Cuaca Ekstrem Membayangi Wilayah DIY
"Siklon itu mengumpulkan titik-titik hujan yang menyebabkan angin kencang dan puting beliung. Terutama puting beliung itu kan ga bisa diprediksi hanya hitungan detik dampaknya sangat signifikan," kata Noviar, Minggu (11/2/2024).
Dia mengatakan, diperkirakan sampai April nanti curah hujan masih cukup tinggi di wilayah DIY meski beberapa hari terakhir intensitasnya sedikit menurun. Masyarakat diminta untuk terus memperhatikan informasi terbaru dan lingkungan masing-masing sebagai bentuk mitigasi bencana.
"Di Jateng kita tahu bahwa sejumlah wilayah sudah dilanda banjir. Cuaca Jateng dan Jogja itu hampir sama kita dipengaruhi dengan siklon. Kemarin ada siklon anggrek, hanya saja kita diuntungkan dengan empat sungai besar yang membelah Jogja, Gajahwong, Code, Winongo dan Progo, sehingga minim banjir," ujarnya.
Hujan deras yang terjadi di beberapa wilayah DIY beberapa waktu lalu memang sempat membuat sejumlah titik tergenang air, tetapi tidak membutuhkan waktu lama untuk air segera surut. "Semua aliran yang meluap masuk ke sungai besar dan meminimalisasi banjir, itu bisa menampung aliran dari utara," katanya.
Kepala Bidang Penanganan Darurat dan Damkarmat BPBD DIY Lilik Andi Aryanto menyebut, sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) yang terpasang di sejumlah sungai rutin dicek oleh petugas agar terus memberikan informasi ketika air sungai melebihi batas ketentuan. Dengan begitu masyarakat bisa lebih waspada jika terjadi banjir.
BACA JUGA : Bibit Siklon Tropis 91W Bawa Peluang Hujan di Kota Besar, Termasuk di Jogja?
"EWS banjir yang dikelola kami 41 dan Kota Jogja ada 8. Pemantauan dilakukan oleh relawan terutama di utara juga kolaborasi dengan Sleman dan Bantul. Semuanya berfungsi baik, kita bisa pantau masalah peningkatan volume air sudah langsung memberi tahu bahwa ada peningkatan dan kita minta masyarakat siaga," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.