Advertisement

Proyek Tol Jogja-Solo: Portal Gunungkidul-Klaten Dibongkar, Warga Kesal Truk Pengangkut Material Bikin Jalan Rusak

Taufiq Sidik prakosa
Selasa, 13 Februari 2024 - 05:27 WIB
Sunartono
Proyek Tol Jogja-Solo: Portal Gunungkidul-Klaten Dibongkar, Warga Kesal Truk Pengangkut Material Bikin Jalan Rusak Konstruksi Tol Jogja Solo di wilayah Delanggu, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (1/4/2022). - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, KLATEN—Proyek tol Jogja-Solo masih bergejolak terkait dampak truk pengangkut material uruk yang berada di perbatasan Klaten-Gunungkidul. Kepala Desa (Kades) Ngandong, Gantiwarno, Klaten, Kunto Widyatmoko, mengatakan pembongkaran portal untuk menghalangi truk uruk tol dari dan ke lokasi tambang di Gunungkidul yang berbatasan dengan wilayah itu sudah terjadi beberapa kali.

Sebelumnya, portal berupa patok dari cor yang dibuat warga saat demo di jalan Desa Ngandong pada Jumat (2/2/2024) dibongkar oleh sekelompok orang menggunakan alat berat pada Sabtu (10/2/2024).

Advertisement

BACA JUGA : Gambaran Tol Jogja-Solo di Ringroad Utara Sleman, Melayang Melewati Perkantoran hingga Kampus

Pembongkaran portal itu membuat warga berang karena hingga portal dibongkar itu tuntutan yang disampaikan warga saat demo belum dipenuhi oleh penambang. Warga menuntut agar penambang memenuhi janji yang sudah disepakati sebelumnya seperti kompensasi dan perbaikan infrastruktur yang rusak parah akibat aktivitas penambangan.

Lokasi penambangan itu berada di Gunungkidul, namun truk pengangkut material hasil tambang untuk tol Jogja-Solo itu tiap hari lalu lalang melintasi Desa Ngandong hingga mengakibatkan infrastruktur rusak. Terakhir, talut jalan longsor menimpa rumah warga pada akhir awal Januari 2024.

Sebelum portal dibongkar, Kunto mengaku menerima surat yang diantarkan oleh perwakilan perusahaan pertambangan tanah uruk tol yang berlokasi wilayah Gunungkidul. Surat tertanggal 9 Februari 2024 itu dia terima pada 10 Februari 2024 sekitar pukul 10.00 WIB.

Sekitar pukul 12.00 WIB, patok dibongkar menggunakan ekskavator. Warga tak terima portal itu dibongkar lantaran tuntutan warga belum terealisasi. “Tidak ada mediasi atau percakapan dan rembukan apa pun [sejak patok cor dipasang di ruas jalan desa hingga kini],” kata Kunto.

BACA JUGA:  Tol Jogja-Solo: Ada 2 Bundaran Besar di Ringroad Utara Sleman, Ini Lokasi dan Ukurannya

Menurut Kunto, perusakan portal yang dipasang warga di Ngandong, Gantiwarno, Klaten, yang berbatasan dengan Gunungkidul itu bukan kali pertama terjadi. Kunto menjelaskan sebelum dia menjabat Kades Ngandong pada September 2023, ada portal yang dipasang di ruas jalan desa Ngandong untuk membatasi lalu lintas truk pengangkut material uruk.

Namun, portal dari bambu itu kemudian dirusak sekelompok orang. Kemudian pada 12 November 2023, pemerintah desa bersama warga memasang portal menggunakan besi di ruas jalan desa. Baru sehari dipasang, portal dirusak lagi oleh sekelompok orang. Perusakan itu sudah dilaporkan ke Polres Klaten.

Dukungan dari Bupati

Kunto menjelaskan pemasangan portal di ruas jalan desa itu dilatarbelakangi tuntutan warga belum dipenuhi oleh penambang. Sebelum ada pemasangan portal pada November 2023, ada pertemuan dengan perwakilan penambang.

“Tambang sudah berjalan kurang lebih 1,5 bulan setelah demo yang dulu, tetapi [kompensasi] yang diberikan hanya sebulan. Saya serahkan ke warga diterima atau tidak, akhirnya warga sepakat tidak diterima. Itu yang datang berembuk bukan penambangnya langsung tetapi menyuruh kuasa hukumnya,” kata Kunto.

Sebelumnya, Bupati Klaten, Sri Mulyani, menegaskan bakal membantu warga di wilayah Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno, yang terdampak aktivitas pertambangan tanah uruk tol Jogj-Solo di wilayah Gunungkidul, DIY, yang berbatasan dengan wilayah tersebut.

Mulyani bahkan langsung mengerahkan aparat untuk mendampingi warga ketika mendengar soal portal cor yang dipasang warga untuk menghalangi truk tambang agar tidak lewat dibongkar paksa oleh sekelompok orang. Mulyani kecewa dengan penambang yang nekat beroperasi padahal belum menepati janji-janji dan kesepakatan mereka dengan warga.

“Saya sangat kecewa kenapa penambang atau swasta ini sangat nekat. Kenapa mereka tidak beretika? Kan itu melintasi wilayah lainnya. Warga setempat menolak karena mereka [penambang] tidak membayar komitmen serta kesepakatan yang sudah dibuat,” kata Mulyani saat ditemui wartawan di Pemkab Klaten, Senin (12/2/2024).

BACA JUGA : Proyek Tol Jogja-Solo Bergejolak: Warga Bayen Purwomartani Tancapkan Spanduk Penolakan di 2 Makam

Mulyani menegaskan akan mengerahkan aparat untuk membantu warga yang terdampak kegiatan pertambangan material uruk tol Jogja-Solo tersebut. Dia juga mendukung aksi warga yang menutup akses keluar-masuk truk pengangkut material uruk tol hingga komitmen penambang dengan warga dipenuhi.

“Makanya saya akan mengerahkan aparat untuk membantu warga di sana. Saya kecewa dan saya sangat mendukung warga yang beraksi keras karena memang kerjasamanya tidak dipenuhi,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Solopos

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kasus Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual Jadi Kasus Terbanyak di Mahkamah Syariyah di Aceh

News
| Selasa, 05 Maret 2024, 13:07 WIB

Advertisement

alt

Indonesia Bidik Turis Portugal sebagai Pasar Pariwisata

Wisata
| Minggu, 03 Maret 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement