86 Desa di Sleman Dapat Rp100 Juta untuk Perbaikan Jalan
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Ilustrasi program padat karya/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja (DPKUKMTK) Gunungkidul menyampaikan program padat karya masih akan digulirkan di tahun 2024. Dana yang digunakan berasal dari APBD Provinsi senilai Rp20,8 miliar.
Kepala Bidang Tenaga Kerja DPKUKMTK, Sudarminto mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan identifikasi lapangan. Target dimulainya padat karya tersebut yaitu pada Juli - Agustus 2024.
“Anggaran pakai APBD I, padat karya infrastruktur BKK Pokir 2024 Provinsi DIY,” kata Sudarminto dihubungi, Kamis (22/2/2024).
Sudarmino menjelaskan setidaknya ada 93 desa/kalurahan yang menjadi sasaran program padat karya tahun 2024.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY, Aria Nugrahadi mengatakan program padat karya yang digulirkan melalui bantuan keuangan khusus (BKK) Kabupaten.
BACA JUGA: Kalurahan di Gunungkidul Digelontor Program Padat Karya Rp10,5 Miliar
Dia menerangkan secara umum program padat karya adalah program reguler di Disnakertrans DIY, yang bertujuan untuk memberi kesempatan kerja bagi penganggur, setengah penganggur, dan sasaran keluarga miskin dengan menyasar lokasi dalam waktu tertentu.
Dalam pelaksanaannya, program tersebut menyasar untuk perbaikan infrastruktur desa seperti jalan, talut, dan saluran irigasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.
Satpol PP Solo meminta pedagang olahan daging anjing beralih usaha sesuai Perda Tertib Pangan Kota Solo 2025.