Advertisement
Lahir dengan Satu Tangan, Satriyo Dapat Bantuan Tangan Palsu dari Pemkot Jogja

Advertisement
Harianjogja.com, NGAMPILAN—Pemkot Jogja melalui Baznas kembali menggulirkan bantuan kepada penyandang disabilitas di Kota Jogja. Kali ini bantuan berupa tangan palsu diberikan kepada seorang warga RT 04 RW 01 Kelurahan Ngampilan, Kemantren Ngampilan bernama Satriyo Pasrah Sabda Alam, 30. Diserahkan langsung oleh Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo.
"Semoga bantuan tangan palsu ini bisa memberikan manfaat bagi mas Satriyo dalam beraktivitas," ujar Singgih.
Advertisement
Permohonan bantuan disabilitas bisa dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya, berjenjang dari RT, RW, kelurahan, hingga kemantren. Berbagai permintaan dari sosial media milik Singgih pun tak luput untuk direspon. Tak berhenti sampai di sini, Singgih akan memberikan fasilitas kepada Satriyo untuk mengembangkan bakatnya. Sebab, Satriyo punya bakat berupa keterampilan mendesain.
"Saya sampaikan mas Satriyo maunya seperti apa nanti kami bantu," imbuhnya.
Baca Juga
Ramah Difabel, KPU Bantul Siapkan Alat Bantu Braille bagi Ratusan Penyandang Disabilitas Netra
Puluhan Perempuan Penyandang Disabilitas DIY Dilatih Kembangkan Usaha
Ini Bukti Komitmen Fisipol UGM Wujudkan Kampus Ramah Disabilitas
Satriyo mengaku senang dabn berterimakasih dengan bantuan dari Pemkot Jogja ini. Tangan palsu bisa menjadikan tingkat percaya dirinya lebih tinggi. Satriyo mengungkapkan selama ini dia kerap terkendala untuk melakukan aktivitas sehari-hari karena tangan kanannya tidak bertumbuh. Paling sulit, ketika dia harus menimba air untuk keperluan mandi dan buang air. Pekerjaan itu lantas dia percayakan kepada Sunarti, sang ibu. "Kendala pasti ada, tapi tidak terlalu saya pikirkan. Percaya diri saja," kata Satriyo.
Keterbatasan tak menjadikan Satriyo pasrah dan berpangku tangan begitu saja. Meski lahir dengan hanya dikaruniai satu tangan, Satriyo tetap mengais rezeki dengan bekerja sebagai penjaga konter pulsa milik tetangganya. Terhitung hampir dua tahun dia bekerja di sana. Sampai akhirnya sang ibunda, Sunarti membuka usaha sendiri untuk anaknya dengan bermodalkan uang Rp 2 juta.
"Dulu kerja ikut orang hampir dua tahun. Kerja dari jam 17.00 sampai jam 03.00, gaji hanya Rp20.000. Opo yo dumeh anakku ngene le bayar sak penakke. Setelah saya punya modal, jualan sendiri di emperan depan," ujar Sunarti.
Sunarti dan Satriyo punya semangat yang sama. Sama-sama tak mau menyerah dengan keadaan. Meski, hingga saat ini Sunarti masih merasa sedih ketika mengingat anak laki-lakinya itu hampir tak mau sekolah lantaran terus-terusan dirundung oleh teman sekelasnya. Namun, Sunarti terus berbesar hati. Semangat dan doa tak henti-hentinya dia berikan untuk putra kesayangannya itu.
"Dia minder. Saya bilang kalau tidak sekolah mau apa. Kalau cuma lulus SMP tidak bisa cari makan sendiri. Lama-lama dia percaya diri," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Gedung Pemkab dan DPRD Kediri Dibakar Massa, TNI Polri Gelar Patroli
Advertisement

Kebun Bunga Lor JEC Jadi Destinasi Wisata Baru di Banguntapan Bantul
Advertisement
Berita Populer
- Ratusan Wajib Pajak di Kota Jogja Ajukan Keringanan Bayar PBB-P2
- Mapolda DIY Dibakar Massa: Puing Sisa Aksi Mulai Dibersihkan
- Banyak Aksi Demo, Asperindo DIY Sebut Distribusi Logistik Terkendala
- Hindari Pertigaan UIN, Demonstrasi Massa Mulai Bakar Ban Bekas
- Demo Pertigaan UIN Jogja, Ini Tuntutan Massa Aksi
Advertisement
Advertisement