Wasit Argentina Pimpin Prancis vs Maroko, FIFA Disorot
FIFA menunjuk seluruh perangkat pertandingan asal Argentina untuk memimpin laga Prancis vs Maroko di perempat final Piala Dunia 2026. Keputusan ini memicu reaks
Ilustrasi penjualan hewan kurban. /Bisnis-Arief Hermawan P
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul terus mewaspadai penyebaran kasus antraks di wilayahnya.
DKPP mengoptimalkan pengetatan pengawasan lalu lintas peternakan utamanya di daerah perbatasan dilakukan, menyusul adanya kasus antraks di Gunungkidul, pekan ini.
“Kami tentunya akan lebih mengetatkan pengawasab lalu lintas ternak, utamanya untuk daerah yang berbatasan dengan Gunungkidul,” kata Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo, Jumat (8/3/2024).
Oleh karena itu, DKPP akan mengerahkan puskeswan di sejumlah kapanewon, seperti Dlingo, Imogiri, Pleret, dan Piyungan yang berbatasan langsung dengan Gunungkidul. Petugas puskeswan akan turun dan mengawasi lalu lintas ternak.
Joko menyatakan, nantinya petugas akan memeriksa hewan ternak yang dibawa peternak maupun pedagang terkait surat kesehatan ternak dan asalnya.
“Jika berasal dari daerah risiko antraks maka akan kami larang masuk ke Bantul,” lanjut Joko.
BACA JUGA: BREAKING NEWS:Kasus Antraks Kembali Ditemukan di Gunungkidul, Dinkes Terjunkan Tim Survei
Selain menerjunkan petugas puskeswan untuk melakukan pemeriksaan, petugas tersebut juga akan turun ke sejumlah pasar hewan seperti Pasar Hewan Imogiri. Sebab, di pasar tersebut setidaknya setiap hari pasaran ada 800 ekor sapi dan 800 ekor domba diperjual belikan.
“Petugas nanti juga akan turun di kandang kelompok, dan melakukan pemeriksaan hewan. Ini untuk antisipasi ada penyakit,” kata Joko.
Menurut Joko, sampai hari ini, DKPP belum mendapatkan adanya laporan terkait ternak yang mati mendadak di Bantul. Jika ada ternak yang sakit atau mati mendadak, DKPP meminta warga untuk segera melaporkannya ke puskeswan terdekat.
“Kami juga minta petani, peternak, pedagang dan penjagal jika membeli dan melihat ternak dari luar daerah tidak sehat segera melapor ke puskeswan terdekat dan dinas. Supaya langsung bisa ditangani,” ucap Joko.
Tak sampai disitu, Joko menyatakan DKPP juga telah masif melakukan sosialisasi ke masyarakat agar tidak menyembelih dan mengonsumsi hewan ternak yang mati mendadak. Ini dilakukan untuk mencegah adanya kasus antraks dan penyebaran penyakit lainnya.
“Untuk di kandang, termasuk kandang kelompok, petugas juga telah meminta kepada peternak untuk selalu menjaga kebersihan hewan dan kandang,” ucap Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
FIFA menunjuk seluruh perangkat pertandingan asal Argentina untuk memimpin laga Prancis vs Maroko di perempat final Piala Dunia 2026. Keputusan ini memicu reaks
Rangkuman 10 berita terpopuler Harianjogja.com edisi 9 Juli 2026, dari program MBG, investasi, hingga Mandala Krida.
Jadwal SIM keliling Gunungkidul Juli 2026 lengkap dengan lokasi, syarat, dan biaya perpanjangan SIM A dan C.
Bus KSPN Jogja 2026 hadir dengan tarif mulai Rp12.000. Cek jadwal dan rute ke Pantai Drini, Parangtritis, dan Obelix.
SIM Keliling Kulonprogo Juli 2026 hadir dengan layanan siang dan malam. Cek jadwal, lokasi, dan syarat perpanjangan SIM.
Cek jadwal DAMRI Jogja ke Bandara YIA 2026, lengkap dengan rute, titik keberangkatan, dan tarif terbaru.