Pekan Fotografi Sewon 2026 Angkat Kisah Warga Hadapi Krisis Lingkungan
Pekan Fotografi Sewon 2026 di ISI Jogja menampilkan 32 karya tentang abrasi, krisis air bersih, dan upaya masyarakat menjaga lingkungan.
Ilustrasi tawuran./Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Insiden kenakalan remaja kembali marak di awal bulan Ramadan. Peristiwa klitih dan aktivitas bermain petasan mulai muncul di sejumlah tempat di DIY. Disdikpora DIY meminta sekolah untuk mengawasi murid selama bulan Ramadan untuk mencegah munculnya kenakalan remaja.
Wakil Kepala Disdikpora DIY Suhirman mengatakan, di bulan Ramadan pihaknya mengurangi durasi jam belajar dari yang semula 45 menit per satu jam pelajaran menjadi 35 menit saja. Otomatis hal ini membuat waktu murid di sekolah menjadi lebih sedikit dari biasanya, sehingga sekolah dan orang tua diminta untuk tetap mengawasi murid.
BACA JUGA : Polda DIY Terjunkan Para Pejabat Utamanya untuk Cegah Kejahatan Jalanan di Jogja
"Kami menyampaikan juga ke sekolah dan orang tua untuk mengawasi anak selama bulan Ramadan. Kegiatan Ramadan dan rohis, pesantren ramadan harus diikuti," katanya, Senin (18/3/2024).
Sekolah, kata dia bisa mengisi waktu murid dengan sejumlah kegiatan kerohanian agar waktu murid bisa dimanfaatkan dengan kegiatan yang positif. Misalnya saja kajian kitab, aksi sosial dan hal lain yang bisa dilaksanakan di sekolah maupun di tengah-tengah masyarakat.
"Memang harus berbeda nuansa rohani dengan bulan yang lain," ujarnya.
Kepala Sekolah SMAN 10 Jogja Sri Moerni menyebut, sekolahnya menerapkan aktivitas kerohanian kepada murid yang beragama Islam selama bulan Ramadan. Sedangkan yang beragama lain diberikan ruang yang berbeda untuk doa bersama. "Sebelum pembelajaran, yang muslim memulainya dengan imtaq tadarus bersama," katanya.
Sekolah juga memberikan tugas kepada murid berupa mengirimkan catatan kegiatan selama Ramadan. Di malam hari murid juga diminta untuk mengikuti kegiatan di rumah masing-masing berupa tarawih dan tadarusan. Kemudian jika ada salat fardu berjamahan murid juga diminta untuk membuat catatannya.
BACA JUGA : Cegah Kekerasan Jalanan saat Ramadan, Satpol PP Jogja Gencarkan Operasi Jam Malam
"Karena kalau tidak terpantau kan semangat anak kurang optimal, kalau dilaporkan secara periodik anak-anak lebih giat untuk mengikuti kegiatan positif," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pekan Fotografi Sewon 2026 di ISI Jogja menampilkan 32 karya tentang abrasi, krisis air bersih, dan upaya masyarakat menjaga lingkungan.
BNPB melaporkan satu warga meninggal akibat gempa M 6,7 di Sulawesi Tengah. Sebanyak 312 jiwa terdampak dan puluhan bangunan mengalami kerusakan.
Simak kisah menarik Roberto Lopes, mantan pegawai bank yang menjadi bintang timnas Tanjung Verde di Piala Dunia 2026 berkat pesan LinkedIn yang hampir terlewat.
MrBeast mencetak sejarah sebagai kreator YouTube pertama yang menembus 500 juta subscriber. Simak perjalanan dan kerajaan bisnis miliaran dolarnya.
Norwegia kembali ke Piala Dunia setelah 28 tahun. Erling Haaland dan Martin Odegaard siap memimpin tim saat menghadapi Irak di laga perdana Grup I.
Sering mengantuk di siang hari? Kenali 7 penyebab kantuk berlebihan, mulai dari kurang tidur hingga tanda penyakit yang perlu diwaspadai.