PMI Gunungkidul Siapkan Donor Darah Mobile Jaga Ketersediaan Stok
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Ilustrasi Perawatan Lampu Penerangan Jalan Umum/JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman, Arip Pramana mengatakan perbaikan lampu penerangan jalan umum (LPJU) tidak bisa dilakukan sendirian. Pasalnya, pelaksanaan juga bergantung dengan status jalan yang jadi lokasi pemasangan.
“Ada status jalan kabupaten, provinsi dan nasional. Kewenangan kami hanya di jalan kabupaten,” kata Arip, Senin (25/3/2024).
Menurut dia, kerusakan fasilitas lampu penerangan tidak hanya terjadi di jalan kabupaten. Berdasarkan identifikasi yang dilakukan, ada puluhan titik penerangan jalan provinsi dan nasional rusak. “Total ada sekitar 94 titik lampu penerangan jalan yang mati,” katanya.
Arip menjelaskan, untuk kerusakan di jalan nasional terdapat di ruas ringroad barat hingga timur, Jalan Magelang dan Jalan Solo. Adapun ruas jalan provinsi yang rusak terdapat di Jalan Palagan, Kaliurang dan ruas penghubung Kapanewon Tempel-Turi hingga Pakem.
Untuk perbaikan, pihaknya tidak memiliki kewenangan. Namun, Arip memastikan sudah melaporkan kerusakan tersebut ke Dinas Perhubungan DIY dan Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah X.
“Kami tidak memiliki kewenangan perbaikan karena disesuaikan dengan status jalan. Nantinya, titik lampu yang rusak di jalur provinsi diperbaiki tim dari Dinas Perhubungan DIY, sedang di jalan nasional jadi urusan BPTD,” katanya.
Meski demikian, dia berharap kerusakan tersebut sudah diperbaiki sebelum H-7 Lebaran. Fasilitas penerangan jalan yang berfungsi dengan baik tidak hanya membuat nyaman para pemudik, tetapi juga mengurangi risiko kecelakaan maupun tindak pidana kejahatan. “Tentunya jelang Lebaran, kami juga melakukan perbaikan untuk lampu penerangan yang berada di jalan kabupaten,” katanya.
Guna memperbaiki kerusakan, ia mengaku sudah menyiapkan empat tim pemeliharaan. Setiap harinya terdapat 20 titik LPJU yang dibenahi sehingga dapat berfungsi dengan normal. “Jadi masing-masing tim bisa memerbaiki lima titik kerusakan setiap harinya,” katanya.
BACA JUGA: JJLS Terancam Masih Gelap Gulita Saat Masa Mudik Lebaran 2024, Ini Penyebabnya
Salah seorang warga di Kalurahan Tamanmartani, Sleman, Sugito mengatakan pada saat melintas di jalan alternatif Sleman-Magelang melihat proses perbaikan lampu penerangan yang dilakukan oleh petugas dari Dinas Perhubungan Sleman.
Menurut dia, upaya tersebut untuk memastikan agar penerangan dapat berfungsi dengan normal. “Mudah-mudahan yang rusak bisa berfungsi setelah diperbaiki,” katanya.
Dia juga berharap proses perbaikan dilakukan secara berkala. Selain itu, juga ada upaya pemantauan secara rutin agar perbaikan tidak harus menunggu adanya aduan dari masyarakat. “Jangan menunggu ramai dulu baru dibenahi. Harusnya ada patroli untuk mendata terkait dengan lampu jalan yang rusak, kemudian diupakan perbaikan secepatnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.