Advertisement
Jelang Mudik Lebaran, Nyaris 100 Titik Lampu Penerangan Jalan di Sleman Mati

Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman, Arip Pramana mengatakan perbaikan lampu penerangan jalan umum (LPJU) tidak bisa dilakukan sendirian. Pasalnya, pelaksanaan juga bergantung dengan status jalan yang jadi lokasi pemasangan.
“Ada status jalan kabupaten, provinsi dan nasional. Kewenangan kami hanya di jalan kabupaten,” kata Arip, Senin (25/3/2024).
Advertisement
Menurut dia, kerusakan fasilitas lampu penerangan tidak hanya terjadi di jalan kabupaten. Berdasarkan identifikasi yang dilakukan, ada puluhan titik penerangan jalan provinsi dan nasional rusak. “Total ada sekitar 94 titik lampu penerangan jalan yang mati,” katanya.
Arip menjelaskan, untuk kerusakan di jalan nasional terdapat di ruas ringroad barat hingga timur, Jalan Magelang dan Jalan Solo. Adapun ruas jalan provinsi yang rusak terdapat di Jalan Palagan, Kaliurang dan ruas penghubung Kapanewon Tempel-Turi hingga Pakem.
Untuk perbaikan, pihaknya tidak memiliki kewenangan. Namun, Arip memastikan sudah melaporkan kerusakan tersebut ke Dinas Perhubungan DIY dan Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah X.
“Kami tidak memiliki kewenangan perbaikan karena disesuaikan dengan status jalan. Nantinya, titik lampu yang rusak di jalur provinsi diperbaiki tim dari Dinas Perhubungan DIY, sedang di jalan nasional jadi urusan BPTD,” katanya.
Meski demikian, dia berharap kerusakan tersebut sudah diperbaiki sebelum H-7 Lebaran. Fasilitas penerangan jalan yang berfungsi dengan baik tidak hanya membuat nyaman para pemudik, tetapi juga mengurangi risiko kecelakaan maupun tindak pidana kejahatan. “Tentunya jelang Lebaran, kami juga melakukan perbaikan untuk lampu penerangan yang berada di jalan kabupaten,” katanya.
Guna memperbaiki kerusakan, ia mengaku sudah menyiapkan empat tim pemeliharaan. Setiap harinya terdapat 20 titik LPJU yang dibenahi sehingga dapat berfungsi dengan normal. “Jadi masing-masing tim bisa memerbaiki lima titik kerusakan setiap harinya,” katanya.
BACA JUGA: JJLS Terancam Masih Gelap Gulita Saat Masa Mudik Lebaran 2024, Ini Penyebabnya
Salah seorang warga di Kalurahan Tamanmartani, Sleman, Sugito mengatakan pada saat melintas di jalan alternatif Sleman-Magelang melihat proses perbaikan lampu penerangan yang dilakukan oleh petugas dari Dinas Perhubungan Sleman.
Menurut dia, upaya tersebut untuk memastikan agar penerangan dapat berfungsi dengan normal. “Mudah-mudahan yang rusak bisa berfungsi setelah diperbaiki,” katanya.
Dia juga berharap proses perbaikan dilakukan secara berkala. Selain itu, juga ada upaya pemantauan secara rutin agar perbaikan tidak harus menunggu adanya aduan dari masyarakat. “Jangan menunggu ramai dulu baru dibenahi. Harusnya ada patroli untuk mendata terkait dengan lampu jalan yang rusak, kemudian diupakan perbaikan secepatnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Indonesia Terkena Tarif 32 Persen Donald Trump, Bapans Dorong Peningkatan Produksi Pangan Dalam Negeri
Advertisement

Bosan Saat Berada di Area Jalur Tol Trans Jawa? Coba Jajal Lokasi Wisata Ini
Advertisement
Berita Populer
- Hanya Rp11.600, Berikut Jadwal Angkutan Shuttle Rute Malioboro-Parangtritis
- Jumlah Kendaraan Keluar Jogja Meningkat di H+2 Lebaran, Tempel Jadi Perbatasan Paling Sibuk
- Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi Hari Ini
- Lebaran, PMI DIY Imbau Warga Jangan Lupa Tetap Donor Darah Agar Stok Terjaga
- Antisipasi Gangguan Keamanan, Polisi Mengintensifkan Patroli Wisata di Bantul
Advertisement
Advertisement