Jelang Iduladha, Permintaan Kambing di Bantul Diprediksi Meningkat
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
CCTV - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah kamera CCTV dipasang di puluhan simpang dan area masuk DIY pada mudik lebaran mendatang. Sarana itu nantinya akan digunakan untuk menghitung jumlah kendaraan dan orang yang masuk ke wilayah setempat. Selain itu juga bisa membantu petugas untuk menyusun rekayasa lalu lintas selama masa mudik.
Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan mengatakan, sarana itu merupakan tindak lanjut dari kerja sama Korlantas Polri dengan Polda DIY beberapa waktu lalu dan akan diterapkan pada masa mudik lebaran nanti atau berbarengan dengan pelaksanaan Operasi Ketupat Progo 2024 yang dimulai pada 4-16 April.
BACA JUGA : Tol Jogja-Solo Beroperasi Gratis saat Mudik Lebaran 2024, Ini Lokasi Exit Tollnya
"Ini juga untuk keselamatan lalu lintas, ada 22 titik kamera yang nanti bisa menghitung jumlah kendaraan dan 21 titik yang bisa menghitung jumlah orang. Sarana itu akan kita gunakan sebagai basis data keselamatan lalu lintas," jelasnya, Senin (1/3/2024).
Total ada sebanyak empat ribu lebih personel kepolisian yang dikerahkan untuk mengamankan mudik lebaran 2024. Sasaran pengamanan difokuskan pada kegiatan buka puasa bersama, salat lebaran, silaturahmi dan kegiatan lainnya dengan tempat serta waktu yang sudah ditentukan berikut konsepnya.
"Rekayasa lalu lintas kita buat hanya pada waktu tertentu saja, ketika arus kedatangan besar ke Jogja maka di pintu masuk timur, selatan dan utara akan dibuat rekayasa. Apakah kontra flow atau yang lain, waktunya ditentukan dan disesuaikan dengan kebutuhan," ujarnya.
Menurut Kapolda, kepadatan arus lalu lintas di Jogja sedikit berbeda dengan daerah lain. Berdasarkan pengalaman pada masa lebaran 2022 dan 2023 lalu kepadatan lalu lintas terjadi pada hari ketiga operasi ketupat progo digelar. Kepadatan terjadi di bandara, stasiun dan juga terminal.
"Fase tiga hari setelah operasi dan fase h+1 lebaran dan arus balik mudik di hari 14 setelah operasi itu akan peningkatan masuk dan keluar. Angka keluar lebih banyak dari pada yang masuk," katanya.
Sekda DIY Beny Suharsono mengungkapkan, kesiapan infrastruktur akan dilakukan secara optimal menjelang mudik lebaran. Terutama di ruas Jalan Godean dan ruas Jalan Purworejo dan Kulonprogo yang disebut rawan longsor. "Semuanya akan sesegera mungkin kami perbaiki menjelang mudik lebaran nanti," urainya.
BACA JUGA : Tarif Tol Trans Jawa Diskon 20 Persen saat Mudik Lebaran 2024
Beny juga memastikan stok pangan dam sembako aman sampai lebaran selesai. Memang ada kenaikan harga beberapa komoditas seperti daging ayam dan sapi, tetapi untuk beras dan yang lain telah mengalami penurunan harga. "H-7 memang diperkirakan ada pergeseran harga, tapi lain-lain semua stoknya aman," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Viral perempuan bongkar dugaan perselingkuhan suami lewat data misterius pada timbangan pintar atau smart scale di rumahnya.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.