Sleman Target Bebas TB di 2030 Seusai Eliminasi Malaria
Pemkab Sleman membentuk KOPI TB untuk memperkuat kolaborasi menuju eliminasi Tuberkulosis pada 2030 setelah sukses eliminasi malaria.
Seorang pengendara sendang melintasi tanjakan Clongop di Kapanewon Gedangsari. Foto diambil 8 Februari 2023. (Harian Jogja/David Kurniawan)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul telah mengantisipasi beberapa jalur berbahaya agar tidak dilewati pemudik. Setidaknya ada dua jalur berbahaya yaitu Tanjakan Clongop dan Bundelan.
Kepala Dishub Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gunungkidul untuk menghapus dua jalur alternatif tersebut dari Google Maps selama arus mudik Lebaran.
"Kalau warga sekitar mungkin sudah hafal. Tapi wisatawan [dan pemudik] pasti belum hafal," kata Irawan ditemui di Garasi PO. Maju Lancar, Senin (1/4/2024).
Irawan juga menyingung wilayah perbatasan dengan kawasan Parangtritis yaitu Purwosari yang perlu disurvei dan dipantau. Pasalnya, awal 2022, sebuah jip wisata sempat terperosok di jurang dan memakan korban meninggal dunia.
"Nanti kami berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan [Bantul] karena biasanya titik awal dari Parangtritis," katanya.
Adapun jalan alternatif yang dapat dia sarankan untuk menghindari dan mengurai simpul kemacetan yaitu Tawang - Ngalang. Begitu pun jalur jalan lintas selatan (JJLS) juga dapat dijadikan alternatif.
"Memang yang Tawang - Ngalang belum tersambung ke Gayamharjo, Sleman. Tapi nanti kami arahkan ke jalan yang mengarah ke Obelix Hill," ucapnya.
Lebih jauh, guna mencegah/ mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas. Dishub juga telah menggelar ramp check di tiga titik yaitu PO. Maju Lancar, PO. Rosalia Indah, dan Terminal Tipe C Wonosari pada Senin.
Dalam ramp check tersebut, Dishub mencatat ada dua kendaraan yang belum mendapat izin beroperasi karena kurang berfungsinya sabuk keselamatan, dan perlengkapan tanggap darurat kurang memenuhi ketentuan.
"Temuan paling banyak di PO. Maju Lancar itu pintu darurat ada yang tertutup papan. Itu harus dilepas," lanjutnya.
Staf Operasional PO. Maju Lancar, Sentot mengatakan ramp check yang Dishub lakukan dapat membantu pihaknya menemukan kekurangan pada bus sehingga dapat segera diperbaiki. Dengan begitu, sebelum Lebaran, bus Maju Lancar sudah siap digunakan.
Dia menambahkan pihaknya akan menyediakan 20 hingga 25 unit bus per hari untuk melayani arus mudik dan arus balik.
"Saat ini belum ada lonjakan [pemesang tiket]. Kalau menurut data mulai 3, dan 6, 7, 8 April yang pesan sudah banyak yang pesan," kata Sentot.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman membentuk KOPI TB untuk memperkuat kolaborasi menuju eliminasi Tuberkulosis pada 2030 setelah sukses eliminasi malaria.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 8 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Kadin Sleman menilai tantangan UMKM semakin kompleks. Pelaku usaha didorong memperkuat inovasi, digitalisasi, legalitas, dan tata kelola untuk meningkatkan daya
Pemkab Kulonprogo menerapkan strategi ganda untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga. Strategi penanganan kemiskinan men
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 8 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Palur hingga Yogyakarta. Tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 8 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000.