Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Kajari Gunungkidul, Slamet Jaka Mulyana saat menyerahkan simbolisasi uang ganti kasus korupsi RSUD Wonosari sebesar Rp470 juta ke PPID RSUD Wonosari Sumartana di ruang Kejaksaan Negeri Gunungkidul. Rabu (24/4/2024). - Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kejaksaan Negeri Gunungkidul mengembalikan uang ganti rugi kasus korupsi di RSUD Wonosari sebesar Rp470 juta ke pihak rumah sakit, Rabu (24/4/2024). Didalam kasus ini terdapat dua pelaku, yakni mantan Direktur RSUD Wonosari Isti Indiyani dan ASN di Pemkab Gunungkidul, Aris Suryanto.
Kepala Kejari Gunungkidul, Slamet Jaka Mulyana mengatakan, kasus korupsi di RSUD Wonosari tentang pengelolaan uang pengembalian jasa dokter laboratorium di 2009-2012 sudah selesai. Kasus yang mencuat sejak 2015 ini berakhir dengan dikembalikannya uang ganti rugi sebesar Rp470 juta dari kedua terpidana.
“Uang yang diserahkan dari terpidana Isti Indiyani sebesar Rp230 juta dan Aris Suryanto sebesar Rp240 juta. Setelah kasus selesai, hari ini uang yang disetorkan, kami kembalikan ke RSUD Wonosari,” kata Jaka, Rabu siang.
Menurut dia, dengan pengembalian uang ganti rugi ini juga sebagai bukti bahwa kejaksaan berkomitmen menyelesaikan kasus sampai tuntas. Selain pengembalian uang, kedua pelaku korupsi juga sudah menjalani hukuman sesuai dengan vonis yang dijatuhkan.
“Jadi kasusnya sudah selesai,” katanya.
Kepala Seksi Pidana Khusus, Kejari Gunungkidul, Sendhy Pradana Putra menambahkan, kasus korupsi di RSUD Wonosari terdapat dua berkas perkara. Berkas pertama dengan tersangka mantan Direktur RSUD Wonosari, Isti Indiyani.
BACA JUGA: Korupsi Eks Direktur RSUD Wonosari Rugikan Negara Rp470 Juta
“Dari kasus ini dikembangkan mengarah ke Aris Suryanto yang dulu menjabat sebagai Kepala Bidang Rekam Medik di RSUD Wonosari,” katanya.
Menurut dia, penanganan kasus Aris sudah dimulai sejak April 2023. Hasil putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Aris divonis bersalah dan dihukum empat tahun.
Tak terima terhadap putusan ini, yang bersangkutan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi. Adapun hasilnya, hukuman Aris berkurang menjadi 1,5 tahun dan denda sebesar Rp300 juta subsider kurungan dua bulan.
Meski demikian, Aris tidak terima dengan putusan banding sehingga mengajukan kasasi dengan harapan bisa dibebaskan dari kasus yang menderanya. Putusan kasasi keluar pada 3 April 2024 lalu, adapun hasilnya permohonan yang diajukan terdakwa maupun jaksa penuntut umum ditolak.
“Setelah kasasi turun, pada 4 April kami lakukan eksekusi terhadap terpidana Aris Suryanto untuk menjalani hukuman. Dengan begini, maka kasus sudah dianggap memiliki kekuatan hukum yang tetap,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Imigrasi menolak 9.394 paspor sepanjang Januari-Juli 2026 karena terindikasi TPPO dan pekerja migran ilegal.
Dua perkara pelanggaran miras dan minuman oplosan di Bantul diputus dengan total denda Rp16 juta. Barang bukti turut dimusnahkan.
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Anak gajah Yuna mati di PLG Saree Aceh diduga terinfeksi EEHV. BKSDA Aceh melakukan deteksi dini terhadap gajah anakan lainnya.
Kemnaker dan SIGAB meluncurkan panduan optimalisasi ULD untuk memperluas akses kerja penyandang disabilitas dan memperkuat pendampingan.