Kekeringan Mulai Melanda Bantul, Warga Dlingo Butuh Pasokan Air Bersih
Kekeringan di Bantul mulai berdampak pada warga Dlingo. BPBD menyalurkan bantuan air bersih untuk 210 jiwa dan siapkan antisipasi kemarau.
Ilustrasi tawuran./Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Seluruh kepala sekolah diminta untuk menjaga masing-masing siswanya dan mengantisipasi kejadian tawuran antar pelajar di Jogja tidak terulang kembali.
Wakil Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Suherman mengaku telah mengumpulkan kepala sekolah yang muridnya terlibat dalam insiden tawuran beberapa waktu lalu.
"Kami minta sekolah masing-masing menjaga anak-anaknya agar tidak terjadi hal semacam itu dan tidak terprovokasi dengan adanya anak-anak dari luar sekolahnya," kata Suherman, Selasa (14/5/2024).
BACA JUGA: Haedar Nashir Angkat Bicara Soal Tawuran yang Melibatkan Sekolah Muhammadiyah di Jogja
Suherman menyatakan, pihaknya belum mengetahui persis pemicu bentrok itu sampai pecah. Padahal sebelumnya tidak ada kejadian yang serius antar sekolah tersebut. Dimungkinkan bentrokan itu pecah akibat adanya provokasi antar siswa, sehingga yang lain merasa terpancing untuk melakukan kerusuhan.
"Yang jelas kami sampaikan jangan terprovokasi. Kepala sekolah ke depannya juga harus menjaga anak-anaknya tidak terprovokasi, kan ini sebenarnya sudah kelulusan, tapi penyerahan kembali ke orang tua belum," ujarnya.
Menurut dia, sebelumnya Disdikpora DIY juga telah mengimbau kepada sekolah untuk mengantisipasi munculnya bentrok saat perayaan kelulusan sekolah. Namun kejadian kerusuhan tetap saja terjadi.
"Imbauan itu isinya kami minta orang tua untuk menjaga. Euforia boleh tapi tidak melampaui batas," ungkapnya.
Selain itu pihaknya juga telah memiliki sekolah untuk mengawasi para murid agar tidak terjadi gejala yang saling memancing antar sekolah lain. "Kemudian juga memikirkan kelanjutan studinya, bagi anak-anak yang ingin melanjutkan," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, hari kelulusan SMA di Kota Jogja diwarnai konvoi dan aksi provokasi serta saling lempar batu dan petasan oleh para pelajar, Senin (13/5/2024). Polresta Jogja menangkap sejumlah pelajar yang terlibat dalam aksi tersebut. Polisi juga menjelaskan detail kronologi aksi saling serang ini.
Kapolresta Jogja, Kombes Pol Aditya Surya Dharma menjelaskan kejadian ini bermula ketika ada kelompok dari salah satu sekolah yang melakukan provokasi saat konvoi.
“Konvoi keliling-keliling, kemudian pada di sekolah SMK 3 Muhammadiyah Jogja itu melakukan aksi provokasi dengan goyang-goyang pagar melempar petasan dan sejumlah batu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kekeringan di Bantul mulai berdampak pada warga Dlingo. BPBD menyalurkan bantuan air bersih untuk 210 jiwa dan siapkan antisipasi kemarau.
BPKH membuka rekrutmen pegawai 2026 untuk delapan posisi Asisten Manajer. Simak syarat, daftar formasi, dan jadwal penutupan pendaftaran.
Gelombang panas Inggris memecahkan rekor suhu Juni selama tiga hari berturut-turut. Met Office memperpanjang peringatan cuaca hingga Minggu.
Iran mengecam serangan Amerika Serikat dan menyebutnya melanggar Piagam PBB serta kesepakatan damai yang baru berlaku pada Juni 2026.
Candi Sojiwan dan Wellness Tourism Umbul Brintik masuk nominasi API Award 2026. Masyarakat diajak memberikan dukungan melalui voting.
Realisasi PBB Bantul 2026 telah mencapai Rp33 miliar. BPKPAD mengoptimalkan pembayaran melalui mobil pajak, Virtual Account, dan QRIS.