Lereng Merapi Bersiap Panen Lebih Besar Saat Kebun Kopi Meluas
Pemkab Sleman menargetkan penambahan 110 ha kawasan budidaya Kopi Merapi pada 2026 sebagai bagian dari pengembangan industri kopi dari hulu hingga hiliri.
Ibadah haji oleh jemaah haji - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul menyampaikan bahwa ada satu jemaah calon haji (calhaj) laki-laki asal Gunungkidul, 67, terkena penyakit tuberkulosis (TBC) pada Kamis (11/4/2024). Saat ini, calhaj tersebut sedang menjalani proses pengobatan sebelum diantar ke Embarkasi Solo (SOC).
Kepala Dinkes Gunungkidul, Ismono mengatakan calhaj tersebut juga akan diperiksa lagi oleh dokter penerbangan SOC. “Kalau lolos pemeriksaan kesehatan, calon haji tersebut dapat berangkat. Kalau tidak ya tidak berangkat. Berisiko soalnya,” kata Ismono, Selasa (14/5/2024).
Kepala Kankemenag Gunungkidul, Sa’ban Nuroni membenarkan bahwa ada satu calhaj yang terkena TBC. Pihaknya juga telah melakukan konfirmasi dengan bidang haji dan umroh terkait calhaj tersebut. “Kami tahu belum lama ini. Saat pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji belum terdeteksi. Selang beberapa waktu yang bersangkutan batuk, kemudian periksa hasil pemeriksaan dokter yang bersangkutan didiagnosa TBC,” kata Sa’ban.
Sa’ban menambahkan calhaj tersebut telah mendapat perawatan dan pengobatan. Kankemenag mengaku masih ada 10 hari untuk menyiapkan calhaj tersebut agar siap untuk berangkat. Namun, dia menyerahkan hasil pengobatan tersebut ke hasil pemeriksaan di Embarkasi Solo.
BACA JUGA: Calon Haji Diminta Waspadai Cuaca Panas di Tanah Suci, Begini Tips dari Dinkes Gunungkidul
Dia berharap, calhaj tersebut tetap dapat berangkat. Pasalnya, kata dia TBC tidak menghambat calhaj itu untuk pergi ke Arab Saudi. “Kami juga masih menunggu. Nanti tanggal 25 Mei calhaj itu tetap ke Embarkasi Dohohudan Solo. Hasil pemeriksaan di embarkasi itu yang menentukan apakah yang bersangkutan bisa berangkat haji atau tidak,” katanya.
Sa’ban menjelaskan jumlah awal jemaah calon haji dari Gunungkidul yang masuk dalam gelombang dua kloter 52 pemberangkatan mencapai 319 jemaah. Dari jumlah tersebut, laki-laki ada sebanyak 152 orang dan perempuan ada 167 orang. Mereka akan kembali lagi ke Tanah Air pada Senin (8/7/2024).
Apabila melihat dari sisi umur jemaah, sebanyak 19 orang berumur 20-40 tahun, lalu 190 orang berumur 41-60 tahun, kemudian 104 orang berumur 61-80 tahun, dan enam orang berumur 81-83 tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menargetkan penambahan 110 ha kawasan budidaya Kopi Merapi pada 2026 sebagai bagian dari pengembangan industri kopi dari hulu hingga hiliri.
Dinkes Bantul mengungkap paparan rokok dalam keluarga menjadi faktor terbesar penyebab stunting. Angka stunting turun menjadi 8,3 persen, namun tantangan masih
Menunda servis mobil atau motor bisa memicu kerusakan berantai dan biaya perbaikan yang mahal. Simak dampak serta cara mencegahnya.
China masih menjadi produsen kendaraan terbesar dunia pada 2025. Berikut daftar lima negara dengan industri otomotif terbesar yang mendominasi pasar global.
Keputusan BTS tidak mengikuti Grammy Awards 2027 kembali memicu perdebatan soal transparansi penghargaan musik dunia. Berikut deretan musisi yang pernah mengkri
iOS 27 hadir dengan Siri AI cerdas, fitur grammar dan proofreading, serta pencarian Spotlight real-time. Jadwal rilis akhir tahun 2026. Simak fitur lengkapnya!