Cek Kesehatan Anak Sekolah Jogja: Karies Gigi Dominan
Dinkes Jogja temukan karies gigi jadi masalah utama anak sekolah dengan angka 33,67%. Edukasi sikat gigi dan pola makan terus digencarkan.
Ilustrasi tawuran./Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Dua kelompok geng pelajar dari dua SMP di wilayah Bantul terlibat aksi tawuran di Simpang Tiga Totogan, Jl. Makam Suci Imogiri, Ngancar, Karangtalun, Imogiri, Bantul, pada Selasa (14/5/2024).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi tawuran dua geng pelajar terjadi antara salah satu SMP negeri dan SMP swasta di wilayah Bantul. Berawal dari kelompok pelajar SMP Negeri dari wilayah Jetis yang ngluruk ke wilayah SMP swasta di Imogiri. Para pelajar ini mendatangi sekolah swasta tersebut mengendarai sepeda motor dengen membleyer-bleyer secara rombongan.
BACA JUGA : Dua Geng Pelajar Tawuran di Ring Road Selatan Bantul, Ada yang Membawa Celurit
"Rombongan siswa SMP dari Jetis datang dari arah timur dengan membleyerkan motor. Mereka juga memutar-mutar gesper dan menggasrukkan standard double ke aspal. Saat itu para pelajar SMP yang didatangi ini sedang nongkrong istirahat," kata Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, Rabu (15/5/2024) pagi.
Tak hanya membawa gesper dan sejumlah benda lainnya, pelajar SMP asal Jetis ini juga melempar serpihan batako ke arah siswa SMP swasta di Imogiri tersebut. Lemparan batako mengenai salah satu pelajar berinisial DSP, namun langsung ditangkis dengan tangan.
Akibatnya DSP pun mengalami lecet pada telapak tangan kiri. Hingga kemudian terjadi tawuran dan saling serang antar kedua kelompok pelajar tersebut. "Petugas Polsek Imogiri yang saat itu sedang patroli mengamankan ada empat siswa dari Jetis yang diamankan di Polsek Imogiri," katanya.
Petugas kepolisian pun berkoordinasi dengan kepala sekolah dan guru bimbingan penyuluhan (BP) untuk menghadirkan siswa yang terlibat penyerangan tersebut, hingga terungkap ada 16 siswa yang diinterogasi.
BACA JUGA : Enam Remaja Digelandang Warga saat Hendak Tawuran, Ternyata Pelajar Sekolah Ini
Ia menambahkan seluruh orang tua siswa dari SMP di Jetis yang terlibat tawuran juga telah dihadirkan untuk diberikan arahan dari Kapolsek Imogiri dan Kapolsek Jetis. "Kedua belah pihak dari sekolah tersebut mengadakan perjanjian tidak akan saling menyerang kembali," katanya.
Mereka diminta membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatanya kembali. Siswa tersebut pun telah diserahkan kepada orangtua masing-masing. Siswa yang terlibat juga diminta melakukan apel di Polsek Imogiri setiap Senin dan Kamis selama sebulan untuk diberikan pembinaan.
"Kami juga telah memberi tilang kepada pengendara sepeda motor roda dua yang dipakai dalam penyerangan tersebut. Motor tersebut juga ditahan selama satu bulan penuh," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Jogja temukan karies gigi jadi masalah utama anak sekolah dengan angka 33,67%. Edukasi sikat gigi dan pola makan terus digencarkan.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.