Advertisement

Sleman Kekurangan Ribuan Hewan Kurban, Butuh Pasokan Daerah Lain

David Kurniawan
Minggu, 19 Mei 2024 - 18:07 WIB
Maya Herawati
Sleman Kekurangan Ribuan Hewan Kurban, Butuh Pasokan Daerah Lain Sapi, hewan kurban / Ilustrasi freepik

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman memastikan belum bisa memenuhi kebutuhan hewan kurban secara mandiri. Pasalnya, hingga sekarang masih membutuhkan pasokan dari daerah lain.

Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono mengatakan sama seperti penyelenggaraan Hari Raya Kurban di tahun-tahun sebelumnya, hingga sekarang belum bisa memenuhi kebutuhan hewan kurban secara mandiri. Hal ini dikarenakan jumlah ketersediaan masih di bawah kebutuhan yang ada.

Advertisement

Ia mencontohkan untuk sapi, diperkirakan membutuhkan sebanyak 9.600 ekor. Namun, berdasarkan pendataan yang dilakukan, ketersediaan baru sebanyak 3.892 ekor.

Hal yang sama juga terlihat dari jenis domba. Kebutuhan korban diperkirakan mencapai 2.700 ekor, tapi ketersediaannya baru  1.468 ekor.

“Untuk kambing juga sama. Yang tersedia asal Sleman lebih sedikit ketimbang dengan kebutuhan untuk Kurban,” kata Pram, sapaan akrabnya, Minggu (19/5/2024).

Menurut dia, kondisi ini sudah berlangsung lama. Meski demikian, Masyarakat diminta tidak khawatir dikarenakan kekurangan hewan kurban akan dipenuhi dengan berbagai cara.

Selain mendatangkan ternak dari daerah lain, juga ada kurban hingga pelaku usaha ternak lainnya. “Kondisinya masih sama dengan pelaksanaan Kurban tahun-tahun sebelumnya. Banyak hewan yang didatangkan dari luar daerah untuk memenuhi pemotongan hewan Kurban,” katanya.

BACA JUGA: Sejak 2023 Rotasi Bumi Melambat dan Hari Menjadi Panjang, Diperkirakan hingga 2025

Di sisi lain, Pram mengakui setiap tahunnya terus berubah-ubah. Sebagai gambaran, di 2023, ada 10.110 ekor sapi, 12.412 ekor domba dan 2.446 kambing yang disembelih.

Adapun tahun lalu dari total 2.664 lokasi penyembelihan ada 9.432 ekor sapi, 12.003 ekor domba dan 2.603 kambing yang disembelin untuk perayaan Iduladha. “Sama seperti penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya, kami nantinya akan melakukan pemantauan agar pelaksanaan Kurban dapat berjalan dengan lancar,” katanya.

Jelang perayaan Iduladha yang kian dekat, Dosen Fakultas Peternakan UGM, Panjono mengingatkan masyarakat maupun panitia kurban agar bisa merawat dengan baik sapi kurban yang telah dibeli jauh hari.

“Jangan sampai setelah dibeli dan dipelihara sapi justru menurun kondisi tubuhnya atau bahkan jatuh sakit,” katanya.

Selain itu, ia juga mengingatkan sebelum membeli hewan kurban harus dipastikan kesehatannya. Ia mencontohkan, untuk mengetahui sapi yang sehat dapat dilihat dari fisik dan tingkat lakunya.

Ciri fisik sapi Kurban yang sehat  moncongnya segar, bersih, tidak berbuih, tidak berbau, dan tidak terlihat adanya luka. Bagian tracak kaki sapi yang sehat bentuknya menyerupai tempurung kelapa tertelungkup atau dalam Bahasa Jawa disebut mbathok.

“Sapi yang sehat di pantat maupun anus bersih dan tidak ada tanda-tanda mencret. Dari sisi mata juga terlihat berbinar,” katanya.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Gempur Rokok Ilegal

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Ibadah Haji 2024, 234 Jemaah Haji Indonesia Meninggal Dunia

News
| Selasa, 25 Juni 2024, 20:42 WIB

Advertisement

alt

Inilah Rute Penerbangan Terpendek di Dunia, Naik Pesawat Hanya Kurang dari 2 Menit

Wisata
| Sabtu, 22 Juni 2024, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement