6 Kalurahan Gunungkidul Dapat SPAM, Anggaran Capai Rp1,15 Miliar
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X membaca puisi pada peringatan 40 hari berpulangnya penyair Joko Pinurbo, Rabu (5/6/2024) malam di Monumen Serangan Umum 1 Maret. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY berkolaborasi dengan sejumlah pihak menggelar Umbul Dungo atau doa bersama memperingati 40 hari berpulangnya penyair kenamaan Joko Pinurbo, Rabu (5/6/2024) malam di Monumen Serangan Umum 1 Maret.
Acara yang dibalut dengan nuansa peringatan sederhana itu dibarengi dengan beragam penampilan apresiasi puisi dan gelar karya Joko Pinurbo yang berpulang pada 27 April lalu, termasuk pembacaan puisi oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.
BACA JUGA : Joko Pinurbo Sempat Menitipkan Pesan Ini lewat Harianjogja.com Dua Tahun yang Lalu
Dimulai tepat setelah temaram bulan perlahan-lahan muncul di jantung Kota Jogja, Sultan membacakan puisi Jokpin, demikian almarhum Joko Pinurbo biasa disebut. Sultan membacakan puisi dengan judul Kota Kecil.
"Bapak, Ibu, pimpinan Forkopimda DIY beserta hadirin sekalian, saya ini belum pernah membaca puisi di panggung, tapi saya akan mencoba baca puisi oleh Bapak Almarhum Swargi Joko Pinurbo dengan judul kota kecil," kata Sultan sembari tersenyum.
Sepersekian detik setelah melihat ulang teks yang dipegangnya, Sultan memulai kalimat pertama dengan gestur yang seakan sudah terbiasa membacakan puisi di depan khalayak ramai. Tak tampak ekspresi canggung dan dengan lepas Raja Kraton Jogja menuntaskan puisinya.
"Malam mengambil alih surga/Lampu-lampu tersenyum cantik di tengah suka, cita, cerita/Kota kecil ku berkedip-kedip di kantung mata mu," pungkas Sultan mengakhiri puisinya.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan seremonial penyerahan patung bergambar Jokpin oleh Forkopimda DIY kepada keluarga mendiang yang diwakili sang istri Nuraini Amperawati Firmina.
Nuraini mengatakan, malam peringatan 40 hari meninggal dunianya Joko Pinurbo merupakan momentum yang penuh syukur lantaran keluarganya dipertemukan dengan semua lapisan masyarakat penikmat puisi Jokpin.
"Malam ini tidak akan kami lupakan karena hari ini juga bertepatan dengan 40 hari Jokpin dipanggil Tuhan. Tentu kami bersedih tapi kami diajarkan untuk beriman. Jika Tuhan berkehendak kami hanya bisa berserah diri dan pasti Tuhan punya rencana baik bagi kami," ujarnya.
Nuraini menyebut Jokpin dalam salah satu puisinya yang berjudul Hari Pertama Sekolah menyusun sebuah baris kalimat yang berbunyi 'Dia tanya apa cita-citaku/Aku jawab, Aku ingin jadi kenangan'
"Pada malam ini Jokpin sudah benar-benar jadi kenangan bagi kita semua. Kenangan seperti apa itu semua tergantung pada tingkat relasi masing-masing pribadi. Namun bagi kami keluarga besar, Jokpin adalah seorang yang penuh perhatian dan cinta kepada semua orang," katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY Dian Lakshmi Pratiwi menyampaikan, peringatan 40 hari berpulangnya Jokpin merupakan kolaborasi antara pihaknya dengan sejumlah instansi terkait. Beragam acara digelar mulai dari testimoni pembacaan puisi Jokpin, pantomim, apresiasi lukis dan pembacaan doa oleh Romo Gregorius Budi Subanar, SJ.
BACA JUGA : Joko Pinurbo di Mata Tetangga, Low Profile dan Aktif Jadi Pengurus RT
"Semoga acara ini dapat menjadi momentum refleksi bagi kita semua untuk berbuat kebaikan dan jadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain. Di kesempatan ini mari kita bersama menundukkan kepala dan mendoakan beliau Joko Pinurbo agar ditempatkan di surga yang penuh kenikmatan," kata Dian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.