UMK Bantul 2027 Dibahas, DPRD Sebut Upah Ideal untuk Buruh Rp4,5 Juta
DPRD Bantul mendorong UMK 2027 mendekati Kebutuhan Hidup Layak Rp4,5 juta dengan mempertimbangkan kondisi pekerja dan kemampuan perusahaan.
Suasana pawai alegoris yang digelar Pemkot Jogja untuk mengembangkan potensi wisata sisi selatan Jogja, di Pasar Kotagede, Sabtu (8/6/2024). Yosef Leon Pinsker/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Perhelatan alegoris bertajuk Harmony in Old Mataram digelar Sabtu (8/5/2024) sore di kawasan Kotagede. Peserta dengan ragam busana dan kreativitas seni yang diusung, pawai kurang lebih satu kilometer dari Jalan Kemasan dan berakhir di Jalan Mondorakan.
Antusiasme ribuan warga tak terbendung menyaksikan gelaran seni budaya yang dipusatkan di depan Pasar Kotagede itu. Peserta pawai pun saling berlomba menunjukkan ragam keunikan busana, karya tari maupun ornamen seni yang diarak pada acara tahunan tersebut.
Penjabat Walikota Jogja Sugeng Purwanto yang hadir dan membuka acara mengatakan kegiatan tersebut berasal dari, untuk dan oleh masyarakat yang diharapkan bisa menjadi penyemarak kawasan Kotagede. Event alegoris merupakan wujud nyata dan komitmen semua pihak untuk mempromosikan industri pariwisata dan ekonomi kreatif kota itu.
"Kami berharap di pawai ini kami tidak hanya menampilkan keragaman budaya di Kotagede, tapi sekaligus menyampaikan pesan bahwa Jogja adalah daerah wisata yang memiliki kreativitas kebudayaan yang tinggi," kata Sugeng.
Baca Juga
Sejarah Kotagede hingga Kini Jadi Sentra Perak di Jogja
52 Stan Kuliner Khas Kotagede Hadir di Pasar Mataram Lawas
Menilik Between Two Gates di Kampung Alun-alun, Purbayan, Kotagede
Sugeng berharap masyarakat Kota Jogja terus menjunjung dan melindungi budaya yang ada. Kampung dan sanggar seni serta seniman diharapkan bisa semakin dikenal luas sampai mancanegara. Pun demikian dengan Kotagede yang punya potensi wisata sejarah dan budaya yang beragam, harus terus dipromosikan agar dikenal masyarakat luas.
Anggota DPRD Kota Jogja Krisma Eka Putra mengatakan event seni dan budaya di sisi selatan Jogja penting digelar untuk membangun antisuasme masyarakat mengenal daerah ini. Pun bertujuan untuk mengoptimalkan semua potensi wisata yang ada agar kepadatan tidak terus di pusat wisata konvensional seperti Malioboro.
"Dampaknya tentu luas, bisa meminimalisir kepadatan lalu lintas di pusat kota, menumbuhkembangkan ekonomi baru dan pemberdayaan masyarakat," katanya.
Krisma menyebut pawai alegoris berikut tema yang diangkat pada tahun ini pun sangat sesuai dengan karakteristik wilayah Kotagede yang dikenal lekat dengan pusat kebudayaan Mataram. Upaya itu disebutnya bakal membuat masyarakat sekitar dan juga pengunjung melek tentang sejarah, budaya dan potensi seni di kawasan itu.
"Acara ini juga melibatkan penampilan sanggar yang ada di kelurahan dan melihat roh dari acara ini, Pemkot Jogja ingin menciptakan sebuah event yang bisa jadi daya tarik tambahan wisata khususnya sisi selatan," katanya.
Hanya, Krisma menyatakan perlu koordinasi lintas sektor yang matang agar gelaran budaya seperti ini berjalan optimal dan tidak menimbulkan persoalan lain seperti macet dan lain sebagainya. "Harus kerja lintas sektor, kalau macet tentu akses event itu didatangi banyak orang, ke depan perlu rekayasa lalu lintas yang maksimal tentunya," kata dia.
Menparekraf RI, Sandiaga Uno yang menyapa lewat video mengungkap apresiasi pada Pemkot Jogja melalui Dinas Pariwisata yang mewujudkan pawai alegoris dengan tema Harmony in Old Mataram. Harapannya event tersebut bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Jogja.
"Penyelenggaraan di kawasan heritage Kotagede sangat luar biasa. Kami berharap kegiatan ini bisa meningkatkan kunjungan wisatawan untuk datang dan menikmati Jogja," ungkap Sandiaga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mendorong UMK 2027 mendekati Kebutuhan Hidup Layak Rp4,5 juta dengan mempertimbangkan kondisi pekerja dan kemampuan perusahaan.
DPRD Kulonprogo menilai retribusi digital Pantai Glagah masih berpotensi bocor. CCTV dan pengawasan pengunjung dinilai perlu diperkuat.
Cinema Day 2026 digelar 27 Oktober dengan tiket bioskop reguler maksimal Rp25.000. Cek harga CGV, Cinema XXI, Cinepolis, dan ketentuannya.
DPRD DIY mengusulkan balai RW menjadi laboratorium Pendidikan Khas Kejogjaan untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis budaya Jogja.
Harga cabai rawit mencapai Rp88.642/kg pada pekan keempat Oktober 2026. Mendagri Tito mendorong perluasan tanam dan distribusi pasokan.
Polresta Sleman menggelar Operasi Patuh Progo 2026 selama 14 hari. Data mencatat 25.497 pelanggaran lalu lintas pada 2025.