Selomartani Kembangkan Pertanian Cerdas IoT, Jadi Percontohan Sleman
Selomartani mulai mengembangkan pertanian cerdas berbasis IoT melalui CSR AAMAI 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan dan produktivitas petani.
Ilustrasi padat karya./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Tenaga Kerja (DPKUKMTK) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa proses program padat karya telah sampai pada tahap finalisasi rencana sosialisasi. Program tahap pertama padat karya setidaknya akan digelar pada Juli 2024.
Kepala Bidang Tenaga Kerja DPKUKMTK, Yohanes Nanang Putranto mengatakan finalisasi tersebut mengarah pada penyesuaian tanggal sosialisasi antara warga di lokasi sasaran dengan anggota DPRD.
“Finalisasi juga mencakup pemastian personel untuk tim pelaksana di lapangan atau by name-nya,” kata Nanang dihubungi, Selasa (11/6/2024).
BACA JUGA: Program Padat Karya di Kulonprogo Segera Dilaksanakan, Anggaran Rp4,9 Miliar
Nanang mengaku pelaksanaan padat karya tahap satu dapat akan diupayakan pada Juli 2024.
Total ada 194 lokasi. Satu lokasi ada lebih dari satu titik pelaksanaan padat karya. Dana yang digunakan berasal dari APBD Provinsi senilai Rp20,8 miliar. Batas akhir gelaran program itu pada Oktober 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selomartani mulai mengembangkan pertanian cerdas berbasis IoT melalui CSR AAMAI 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan dan produktivitas petani.
BMKG menyebut gempa M7,7 NTT dipicu sesar naik busur belakang Flores yang berpotensi menghasilkan gempa hingga M7,9.
Gempa M7,7 di NTT merobohkan bangunan di Pelabuhan Lorens Say Maumere. Tiga korban dievakuasi, satu meninggal dunia.
Pieter Huistra menilai PSS Sleman berada di jalur tepat untuk membangun permainan dominan menjelang Super League 2026/2027.
PWI DIY memperkuat pengusulan Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin sebagai Pahlawan Nasional setelah 30 tahun gugur dalam tugas jurnalistik
Gempa M7,7 yang berpusat di Nagekeo dirasakan di Kota Bima. Satu rumah rusak sedang, Gudang Bulog dan plafon masjid juga terdampak.