Jadwal Asian Games 2026: Indonesia Bidik Emas dari MLBB dan Panjat Tebing
Jadwal Asian Games 2026 Indonesia hari ini, dari final MLBB hingga panjat tebing Aditya Tri Syahria dan Veddriq Leonardo.
LPG 3 Kg di pangkalan. - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Sejumlah warga Kabupaten Bantul mengeluh terkait dengan kenaikan harga elpiji 3 kilogram (gas melon) yang dalam beberapa hari terakhir naik. Kenaikan tersebut dinilai sangat memberatkan warga pengguna gas melon.
Isti, 32, warga Pleret, Bantul mengaku kenaikan harga gas melon telah terjadi beberapa hari terakhir. Jika sebelumnya, dirinya membeli gas melon dengan harga Rp20.000 per tabung, saat ini naik mencapai Rp25.000.
"Jelas ini sangat memberatkan kami. Selain mahal, keberadaan gas melon juga cukup susah sekarang. Karena saya harus membelinya di daerah kota Bantul," terang isti, Kamis (13/6/2024).
BACA JUGA : Pembelian Gas Melon dengan KTP Mulai Diterapkan di Sleman, Warga: Ribet!
Sementara, pemilik pangkalan gas melon di Bambanglipuro, Tuminah mengaku jika dirinya tidak menaikkan harga. Gas melon yang dijualnya tetap mengacu kepada harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp15.500. Hanya saja, dirinya mengakui jika ada kebijakan pembatasan kuota gas melon.
"Kami tidak boleh melebihi HET. Saat ini setiap KK yang telah terdata di tempat kami hanya mendapatkan 1 tabung gas melon seminggu sekali. Dan, saya harus mencatat untuk laporan ke agen nantinya," katanya.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Bantul Husin Bahri mengatakan, Kabupaten Bantul mendapatkan kuota gas melon sebanyak 36.022 metrik ton pada 2024. Jumlah tersebut, lebih tinggi dibandingkan 2023, yang hanya sebanyak 35.620 metrik ton atau setara dengan 11.873.333 tabung.
"Dan, jumlah itu kami rasa cukup. Karena rata-rata pengeluaran setiap bulan sebanyak 2.900-3.400 metrik ton," katanya.
Terkait dengan adanya peningkatan harga gas melon di tingkat pengecer, sejauh ini Husin mengaku belum ada laporan dari masyarakat. Meski demikian, pihaknya akan menggandeng Pertamina untuk melakukan monitoring penjualan di tingkat pengecer dan pangkalan.
"Tentunya jika ditemukan pengecer dan pangkalan yang menjual gas melon jauh di atas rata-rata yang ditetapkan, maka ada sanksi yang diterapkan. Mulai dari teguran sampai pencabutan izin," ucap Husin.
Jelang Iduadha
Di sisi lain, Husin mengklaim jika harga kebutuhan pokok (bapok) di sejumlah pasar di Bantul stabil menjelang Iduladha. Hal itu dikarenakan ketersediaan dan pasokan bapok yang lancar dari para distributor.
Husin menyebut harga sejumlah bapok saat ini seperti beras premium di pasar saat ini rata-rata Rp12.700 per kilogram. Minyak goreng kemasan Rp18.000 per kilogram, daging ayam Rp35.000 per kilogram dan harga telur Rp26.500 per kilogram. Sedangkan untuk cabai rawit merah rata-rata Rp29.000 per kilogram, cabai rawit hijau Rp35.600 per kilogram, bawang merah Rp40.500 per kilogram, dan bawang putih sebesar Rp43.600 per kilogram.
"Jadi memang cenderung stabil harganya menjelang Iduladha," kata Husin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal Asian Games 2026 Indonesia hari ini, dari final MLBB hingga panjat tebing Aditya Tri Syahria dan Veddriq Leonardo.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Bupati Gowa Sitti Husniah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasan dan TPPU senilai Rp1,1 miliar.
BPS mencatat inflasi Indonesia September 2026 sebesar 0,3% secara bulanan dan 3,28% secara tahunan, dengan cabai jadi pemicu utama.
BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung sepanjang 2015-2025.
Pengguna iPhone 18 Pro dan Pro Max mengeluhkan speaker berbunyi kresek, klik, dan letupan. Penyebabnya belum diketahui.