Kekeringan Sleman 2026 Diwaspadai, Pakem Tempel Paling Rawan
BPBD Sleman mewaspadai kekeringan 2026. Pakem, Tempel, dan Minggir menjadi wilayah dengan distribusi air bersih tertinggi empat tahun terakhir.
Aktivitas kapal nelayan di Pantai Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. Foto diambil 17 Agustus 2023/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Gunungkidul meminta agar nelayan menyiapkan sarana-prasarana dengan baik sebelum melaut. Baju pelampung misalnya dapat memperkecil dampak kecelakaan laut (laka laut).
Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Gunungkidul, Wahid Supriyadi mengatakan kesadaran nelayan untuk menggunakan perlengkapan keselamatan seperti baju pelampung masih rendah. “Kesadaran soal aspek keselamatan bagi nelayan perlu ditingkatkan lagi,” kata Wahid dihubungi, Kamis (13/6/2024).
BACA JUGA: Pertamina Pastikan Stok Biosolar di Jogja Aman dan Tercukupi
Wahid menambahkan instansinya terus mengupayakan untuk menfasilitasi peralatan keselamatan bagi para nelayan. Setiap tahun, DKP mengadakan pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) laka laut untuk nelayan. Khusus tahun ini, DKP tidak melaksanakan P3K itu karena tidak adanya alokasi anggaran.
"Dalam setiap pelatihan, DKP juga memberikan baju pelampung," katanya.
Disinggung perihal kejadian nelayan hilang/ perahu karam beberapa hari belakangan, Wahid mengaku itu disebabkan oleh gelombang tinggi. Fungsi baju pelampung sangat penting dalam situasi seperti itu.
“Kami sedang mengusulkan pengadaan baju pelampung ke DKP DIY melalui kegiatan untuk kelompok masyarakat pengawas yang anggotanya termasuk sebagian nelayan,” katanya.
Pada Rabu (5/6/2024) pukul 16.30 WIB, dua nelayan bernama Agung Widodo, 55, warga Pracimantoro dan Tatak Prayogo, 27, warga Girisubo dikabarkan hilang setelah memasang jaring lobster sekitaran Tebing Nguluran atau barat Pantai Sadeng.
BACA JUGA: Libur Iduladha 2024, 842.227 Kendaraan Diprediksi Meninggalkan Jabotabek
Kapal mereka diduga dihantam ombak dan hancur. Hal ini diketahui dari hasil pencarian tim yang menemukan serpihan perahu.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul, Sunu Handoko Bayu Sagara mengatakan pencarian kedua nelayan dihentikan pada Kamis (6/6) setelah mereka menemukan keduanya meninggal dunia di perairan Pantai Sadeng.
Sepekan sebelum kejadian yang menimpa Agung dan Tatak, dua nelayan Pantai Sadeng, Girisubo, Gunungkidul bernama Samuri dan Pardi juga dilaporkan hilang dan belum ditemukan hingga Sabtu (15/5/2024) malam.
Samuri dan Pardi yang menggunakan Perahu Motor Tempel (PMT) jenis Jukung berhasil ditemukan di perairan Pantai Baron pada Minggu (19/5/2024) pukul 07.44 WIB dalam keadaan lemas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman mewaspadai kekeringan 2026. Pakem, Tempel, dan Minggir menjadi wilayah dengan distribusi air bersih tertinggi empat tahun terakhir.
Hasto Wardoyo meminta sekolah tidak menjadikan seragam sebagai beban orang tua dan memberi toleransi bagi siswa yang belum mampu membeli seragam.
Jelang Muktamar NU ke-35, Majlis Musyawarah Taswirul Afkar membahas arah NU 100 tahun ke depan dan penguatan kemandirian jamiyah.
Polsek Semin mengingatkan bahaya pembakaran lahan saat musim kemarau karena dapat memicu kebakaran dan mengganggu habitat monyet di Gunungkidul.
Libur sekolah membawa lebih dari 200 ribu wisatawan ke Bantul. PAD dari retribusi wisata mencapai Rp2,76 miliar dan okupansi hotel naik menjadi 70 persen.
Hasto Wardoyo meminta MPLS di Kota Jogja menjadi ruang menghilangkan kecemasan siswa baru, bukan ajang bullying maupun perpeloncoan.