Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Pelaku pembuang sampah liar mengikuti sidang tipiring di Pengadilan Negeri Jogja, Senin (8/7/202224). /ist Satpol PP
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja kembali mengintensifkan operasi yustisi terhadap pelanggaran membuang sampah sembarangan. Pada pekan pertama Juli 2024 ini, tiga orang tertangkap basah, namun satu pelaku mangkir dari sidang tindak pidana ringan (tipiring).
Kepala Satpol PP Kota Jogja, Octo Noor Arafat, menjelaskan operasi ini merupakan tindak lanjut dari Perda Kota Jogja No. 10/2012 tentang Pengelolaan Sampah. Sebanyak tiga pelaku pembuang sampah liar tertangkap basah di jalan Kusbini, Demangan, Gondokusuman, beberapa waktu lalu.
BACA JUGA : Pembuangan Sampah Liar Menjamur, Pemkot Jogja Kencangkan Kembali Operasi Yustisi
Tiga pelaku tersebut dijadwalkan sidang tipiring di Pengadilan Negeri Kota Jogja pada Senin (8/7/024). Namun dari ketiga pelaku, hanya dua orang yang datang, sementara satu lagi mangkir. “Dua pelaku yang hadir dikenakan sanksi denda Rp50.000, sesuai Perda Kota Jogja No. 10/2012 tentang Pengelolaan Sampah” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (9/7/2024).
Sedangkan satu pelaku lagi yang mangkir akan didatangi oleh Satpol PP Kota Jogja, yang telah mengetahui lokasi tempat usaha dan alamat rumahnya. “Kami sudah mendeteksi lokasi usaha pelaku dan dalam waktu dekat ini akan kami survey,” ungkapnya.
Pelaku yang mangkir tersebut diketahui memiliki usaha warung makan di sekitar Jalan Magelang dan ketika membuang sampah di jalan Kusbini, dilakukan menggunakan mobil. “Kami akan lakukan pemanggilan ulang supaya tetap bisa menjalani sidang tipiring,” kata dia.
Anggota Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Jogja, Baharuddin Kamba, berharao vonis denda sebesar Rp50.000 terhadap pelaku selain memberi efek jera bagi pelaku, juga akan menjadi peringatan bagi warga lainnya untuk tidak membuang sampah sembarangan.
BACA JUGA : Marak Pembuangan Sampah dari Kota ke Wilayah Bantul, Ini Kata Wakil Bupati Bantul
“Buang lah sampah pada tempatya, misalnya depo sampah yang terdekat. Sesuai jadwal yang ditentukan. Sosialisasi dan tindakan yustisi terhadap pembuang sampah liar di Kota Jogja sebaiknya terus dilakukan,” ujarnya.
Di samping proses hukum, penindakan pelanggaran pembuang sampah liar menurutnya juga bisa melalui proses dialog dan mediasi. “Melibatkan semua pihak terkait. Misalnya melibatkan pihak RT/RW, Kelurahan/Kecamatan serta DLH Kota Jogja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.