Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Pertumbuhan ekonomi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Yayasan Kebaya Yogyakarta merilis hasil riset dengan judul Kajian Ekonomi Transpuan DIY 2024. Dalam riset tersebut, diketahui jika organisasi keuangan kolektif seperti koperasi, Credit Union (CU) dan Kelompok Usaha Bersama (Kube) berperan penting dalam menunjang perekonomian transpuan DIY.
Dalam riset ini, Yayasan Kebaya Yogyakarta menggandeng peneliti dari Erat Indonesia, Sapta Widi. Penelitian ini menyasar 35 responden transpuan yang terdiri dari lima orang staf Yayasan Kebaya Yogyakarta dan 30 orang adalah pelaku usaha. Bidang usaha responden di antaranya kecantikan, kuliner, perdagangan, ternak dan lainnya.
Baca Juga: Siap-Siap! Survei Ekonomi Pertanian DIY Digelar Juni Mendatang
Dari riset ini, diketahui jika modal menjadi tantangan utama yang dihadapi transpuan pelaku usaha sebesar 71,4%, yang mengakibatkan sebagian besar transpuan merasa sulit mengembangkan usaha. “Tantangan modal ini berkaitan pula dengan keterbatasan pelaku usaha untuk mengelola pasar dengan baik ataupun meningkatkan daya saing,” ujar Widi, Jumat (12/7/2024).
Beberapa tantangan lainnya meliputi lokasi usaha, persaingan usaha, pasar/konsumen, waktu dan tenaga serta teknologi. “Sebagian besar responden, tepatnya 24 orang atau 68,6 persen responden tidak mempromosikan produk ataupun usahanya secara digital,” ungkapnya.
Pengelolaan keuangan juga menjadi persoalan tersendiri yang dialami oleh transpuan pelaku usaha. “18 responden atau 51,4 persen menyatakan tidak mampu membuat estimasi, melakukan pencatatan dan menyusun RAB [Rancangan Anggaran Biaya],” paparnya.
Dari total responden, sebanyak 88,6% menyatakan mendapatkan manfaat dari koperasi, CU dan Kube. Manfaat yang dirasakan yakni modal sebanyak 96,4%, simpan pinjam 53,6%, pendampingan usaha 39,3%, pengelolaan keuangan 32,1%, pengawasan 17,9% dan rencana bersama 17,9%.
Baca Juga: Belum Terpenuhi Haknya, Transpuan hingga Korban Kekerasan DIY Kampanyekan Kesetaraan
Para responden terbantu melalui mekanisme organisasi keuangan kolektif ini karena 82,9% tidak mendapat bantuan di luar komunitas transpuan, 71,4% bukan penerima kredit bank, 60% belum pernah melibatkan produk atau usahanya dalam event terbuka.
Namun demikian, sebagian besar responden pelaku usaha yang mengikuti Koperasi, CU dan Kube menyatakan perlunya penguatan dan perbaikan dalam organisasi keuangan kolektif ini. “Koperasi, CU dan Kube supaya lebih bisa berperan optimal dalam mendukung kapasitas ekonomi transpuan di Jogja,” katanya.
Koordinator riset, Rully Mallay, menuturkan dari riset ini, Yayasan Kebaya Yogyakarta mengeluarkan rekomendasi yakni, pertama, melanjutkan upaya bersama dalam menghadirkan penguatan kapasitas ekonomi transpuan melalui Koperasi, CU maupun Kube.
Baca Juga: Kota Jogja Terbitkan KTP-el untuk Transpuan
Kedua, menguatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya dalam aspek-aspek yang dinilai kurang dari hasil penelitian ini, antara lain; pembangunan kerjasama lintas usaha, penguatan promosi produk dan usaha secara digital, serta penguatan strategi usaha.
“Ketiga, membangun kerja sama lintas Lembaga secara berkelanjutan untuk menguatkan pengetahuan dan ketrampulan dalam pengelolaan keuangan personaldi kolektif transpuan,” kata dia.
Untuk pemerintah daerah, diharapkan dinas terkait untuk menguatkan dukungan bagi pelaku usaha Transpuan melalui akses informasi, pendampingan dan fasilitasi bantuan usaha kecil/menengah di tingkat lokal. “Dengan tidak memberikan diskriminasi informasi dan akses,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Jadwal Bus KSPN Malioboro–Parangtritis Kamis (20/5/2026) menjadi solusi wisata hemat dengan tarif Rp12.000, memudahkan perjalanan dari pusat kota ke pantai.
Harga emas Pegadaian hari ini Kamis 21 Mei 2026 turun. Emas Antam jadi Rp2,862 juta, UBS Rp2,797 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Imigrasi Sulsel menemukan WNA asal Filipina dan Malaysia memakai KTP Indonesia untuk mengurus paspor RI di sejumlah daerah.
Prabowo Subianto menegaskan pemerintah siap memakai radar dan satelit untuk melacak aset ilegal serta memburu koruptor hingga bungker bawah tanah.