Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Proses penyegelan atau penutupan toko miras tak berizin di Kabupaten Sleman. Kamis (1/8/2024) Humas Pemkab Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Satpol PP Sleman selama 4 hari menutup 28 toko atau outlate minuman keras illegal. Penutupan sesuai dengan aturan dalam Perda No.18/2019 tentang Peredaran Minuman Beralkohol dan Pelaragan Miras Oplosan.
Kepala Satpol PP Sleman, Shavitri Nurmala Dewi mengatakan, penutupan terhadap toko miras illegal tidak dilakukan sendiri. Pasalnya, didalam pelaksanaan juga melibatkan tim dari TNI-Polri serta perwakilan dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Kesebangpol Sleman.
BACA JUGA: Jual Miras Ilegal, Satpol PP Bakal Tutup 29 Toko di Sleman, Ini Lokasinya
Penutupan dilakukan mulai Senin (29/7/2024) hingga Kamis (1/8/2024). Total ada 28 toko yang ditutup yang tersebar di sembilan kapanewon.
Sembilan kapanewon ini meliputi Kapanewon Depok, Ngaglik, Ngemplak, Sleman, Mlati. Selain itu, ada juga toko illegal di Kapanewon Berbah, Seyegan, Godean dan Gamping.
“Penutupan berjalan dengan lancar dan ditoko ditempeli stiker tentang tempat usaha ditutup karena melanggar aturan,” kata Shavitri, Jumat (2/8/2024).
Dia menjelaskan, penutupan dilakukan karena tidak memiliki izin untuk berusaha. Kendati demikian, ia memastikan penutupan tidak dilakukan dengan semberangan karena didahului dengan memberikan surat teguran pertama dan kedua.
“Intinya melanggar Perda No.18/2019 sehingga puluhan toko ini kami segel,” katanya.
Shavitri menjelaskan, sesuai dengan ketentuan dalam Perda No.18/2019, jual beli minuman beralkohol tidak dilarang, namun dibatasi peredarannya. Sesuai dengan ketentuan, miras dapat dijual di hotel Bintang empat ke atas.
Selain itu, juga bisa dijual di restoran sekelas Bintang tiga hingga hypermart yang masuk golongan A. adapun persyaratan dalam jual beli tidak boleh dibawa pulang alias diminum di tempat.
“Jadi 28 toko miras yang ditutup karena tidak bisa memenuhi persyaratan yang tertuang dalam perda,” ungkapnya.
Shavitri menambahkan, proses penutupan juga dilakukan berdasarkan keluhan dari Masyarakat. Hal ini dikarenakan banyak pengkonsumsi yang berasal dari anak-anak dan pelajar.
BACA JUGA: Kapanewon di Sleman Bakal Dipasangi Spanduk Bahaya Miras Oplosan
“Kepada Masyarakat kami mengimbau tidak bertindak sendirian, kalau ada yang meresahkan bisa segera laporkan untuk ditindaklanjuti,” katanya.
Kepala Bidang Penegakkan Perda, Satpol PP Sleman, Sri Madu Rakyanto mengatakan, upaya pengawasan akan terus dilakukan. Hal ini sebagai bagian dari ketugasan Satpol PP untuk penegakkan perda.
“Tentunya akan terus kita awasi karena sesuai dengan ketugasan yang dimiliki. Untuk pelaksanaan, juga mengacu pada aturan perda yang ada,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
I Made Pajar Ariyana lolos final shortboard putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan Jayuard Alciso dari Filipina.
Bregodo Suryatmojo turut menjadi etalase budaya sekaligus pintu promosi potensi kampung wisata di wilayah asalnya saat bertugas di kawasan Malioboro, Minggu (2
BMKG mencatat rekor 123 hari tanpa hujan di Sumberklampok, Buleleng, Bali, di tengah musim kering yang dipengaruhi El Nino.
Putin membatasi pengungkapan data minyak dan energi Rusia, termasuk harga, pembeli, rute pengiriman, hingga kapasitas kilang.
Jalan Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi. DPRD mengusulkan perbaikan lewat BTT dan meminta rute dikaji ulang.