Advertisement
Jenazah Pemancing yang Tenggelam di Sungai Opak Ditemukan, Ternyata Ini Identitasnya
Evakuasi korban tenggelam di Sungai Opak, Jetis, Bantul, Senin (5/8/2024) - Istimewa/Basarnas Yogyakarta
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Pemancing yang tenggelam di Sungai Opak, tepatnya di Karangtalun, Kapanewon Imogiri (sebelumnya ditulis Jetis) pada Minggu (4/8/2024) akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh Tim SAR Gabungan, Senin (5/8/2024) siang.
Setelah dievakuasi, barulah petugas berhasil mengungkap identitas korban. Pemancing nahas itu berinisial R, 40, warga Panjangrejo, Kapanewon Pundong.
Advertisement
Kepala Kantor Basarnas Yogyakarta, Kamal Riswandi mengatakan tim yang melakukan pencarian pada pukul 13.45 menerima laporan terkait dengan objek yang diduga jenazah korban.
Saat itu jenazah terlihat terapung sekitar 20 meter ke arah selatan dari lokasi kejadian awal. Barulah setelah itu tim mengevakuasi jenazah korban dan membawanya ke RS Bhayangkara untuk identifikasi. "Lalu, pukul 15.00 WIB tadi, operasi kami tutup. Korban teridentifikasi atas nama R, 40, warga Panjangrejo, Pundong, Bantul," kata Kamal dalam keterangannya, Senin.
Sebelumnya, Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan satu pemacing dilaporkan tenggelam pada Minggu (4/8/2024) di dekat tempuran Sungai Bulus dan Opak, Pedukuhan Karangtalun, Karangtalun, Imogiri, Bantul.
BACA JUGA: Sudah 17 Jam, Pemancing yang Tenggelam di Sungai Opak Belum Ditemukan
Jeffry menjelaskan kejadian tersebut awalnya diketahui oleh dua orang saksi berinisial N, 54, warga Trirenggo, Bantul dan MT, 40, warga Srimartani, Piyungan, yang tengah memancing ikan di sebelah barat Sungai Opak yang berjarak sekitar 35 meter dari TKP. Kedua saksi tersebut mendengar suara orang berteriak minta tolong.
Lalu saat saksi melihat ke arah sumber suara, mereka melihat ada orang yang tengelam dan tidak muncul lagi. Kemudian kedua saksi memberitahukan kejadian tersebut kepada warga sekitar dan Bhabinkamtibmas serta Babinsa Canden.
Untuk memudahkan akses proses pencarian korban, maka lokasi Posko Tim SAR Gabungan didirikan di wilayah barat Sungai Opak di halaman rumah Ulu-ulu Canden. Melihat kondisi medan, menurutnya Posko Tim SAR tidak memungkinkan bila didirikan di wilayah Imogiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kasus Kuota Haji, Ada Dugaan Aliran Uang dari Maktour ke Pejabat
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Korban Ledakan SAL di Teras Malioboro Ditanggung Pengelola
- Pengakuan Pedagang Nuthuk Terungkap, Wisata Pantai Depok Terimbas
- Polemik Retribusi Parangtritis, Pemkab Bantul Berencana Pindah TPR
- HUT ke-80 Sultan HB X, 10.000 Pamong se-DIY Bakal Kirab Hasil Bumi
- Sempat Viral Putus Sekolah Rawat Orang Tua, Fendi Kembali ke Kelas
Advertisement
Advertisement





