Advertisement

Pakar: Big Data dan AI Bisa Bentuk Pemerintahan Efektif

Newswire
Senin, 12 Agustus 2024 - 00:57 WIB
Sunartono
Pakar: Big Data dan AI Bisa Bentuk Pemerintahan Efektif Pakar dalam Big Data dan AI Mardhani Riasetiawan menyebutkan salah satu contoh Big Data dan AI yang berhasil dimanfaatkan. Salah satunya adalah pemanfaatan AI yang telah diimplementasikan untuk mendukung komunitas masyarakat di daerah yang bertransfomrasi menjadi Smart City.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Metode perencanaan dan pelaksanaan kebijakan publik di Indonesia telah mengalami perubahan yang cepat dan signifikan dalam kurun beberapa tahun terakhir. Berkembangnya penggunaan Big Data dan Artificial Intelligence (AI) di sektor pemerintahan pada dasarnya juga bisa menjadi inovasi, khususnya untuk mengatasi tantangan multisektor.

Upaya dalam membangun jembatan antara teknologi dan sistem pemerintahan yang efektif tersebut, menjadi fokus dari International Conference on Governance and Politics (ICGP). Konferensi akademis dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang bertujuan untuk mengeksplorasi potensi Big Data dan AI dalam meningkatkan keberhasilan serta responsifitas dari struktur kebijakan di pemerintahan.

Advertisement

Pakar dalam Big Data dan AI Mardhani Riasetiawan menyebutkan salah satu contoh Big Data dan AI yang berhasil dimanfaatkan. Salah satunya adalah pemanfaatan AI yang telah diimplementasikan untuk mendukung komunitas masyarakat di daerah yang bertransfomrasi menjadi Smart City.

“Kulonprogo menjadi salah satu contoh Smart City yang ada di Yogyakarta, bahkan menempati posisi kedua dalam Smart City Index di Yogyakarta. Saya menjadi salah satu dewan penasihat di sana, dan apa yang kami lakukan adalah mendukung pengembangan produk dan komoditas lokal menggunakan teknologi. Konsep Smart City yang kami usung tidak menggunakan teknologi untuk mengubah, melainkan memaksimalkan potensi dan sumber daya sekaligus meminimalisir resiko,” ujar Mardhani dalam rilisnya.

Dosen Universitas Gadjah Mada ini juga menyoroti permasalahan fundamental yang dialami jika ingin mengoptimalkan Big Data dan AI dalam sistem pemerintahan. Yakni persebaran data yang masih berserakan, sehingga akan sulit untuk menemukan satu sumber data yang akurat.

Hal tersebut menurutnya yang menyebabkan Big Data dan AI tidak dapat melakukan pemodelan atas informasi dan pengetahuan dengan benar karena banyaknya sumber data. Menurut Mardhani, pemodelan dari Big Data dan AI dapat membantu pemerintah untuk mengambil keputusan dengan memberikan data akurat yang telah diolah, berbeda dengan keputusan yang diambil berdasarkan naluri karena tidak tersedianya data.

“Seperti ketika terjadi pandemi COVID-19, karena tidak ada data yang merefleksikan kondisi aktual di lapangan, maka keputusan yang diambil berdasarkan percobaan yang belum teruji. Maka walaupun teknologi AI telah ada, namun tidak dilengkapi dengan data akurat akan menjadi percuma. Perlu adanya standarisasi data, sehingga AI dapat mengintegrasikan berbagai data tersebut dan menyusun informasi untuk kemudian dijadikan acuan dalam pengambilan kebijakan,” imbuhnya.

ICGP yang merupakan salah satu focals atau fokus dari International Conference on Sustainable Innovation (ICoSI) UMY ke-8 tahun ini memperluas kesempatan bagi peserta untuk saling berkolaborasi merumuskan dan bertukar ide, serta solusi atas isu yang dibahas.

Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan UMY, Dr. Tunjung Sulaksono, M.Si. menyebutkan bahwa penyediaan informasi terkait hal tersebut juga dapat dipelajari oleh mahasiswa UMY melalui pembelajaran mata kuliah.

“Terdapat mata kuliah khusus terkait Analisis Big Data yang mempelajari bagaimana membuat keputusan berbagai data yang telah terstruktur, melalui pengolahan data yang juga mereka pelajari. Kami di UMY tidak hanya fokus membahas bagaimana pemerintah menggunakan data, namun juga para masyarakat agar dapat memilih dan memilah data yang benar dan tidak termakan disinformasi,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Mendagri Soroti Pilkada Langsung Picu Kepala Daerah Korupsi

Mendagri Soroti Pilkada Langsung Picu Kepala Daerah Korupsi

News
| Senin, 13 April 2026, 19:47 WIB

Advertisement

Dari Banjir Aceh ke Lonjakan Ekspor, Kafe Tanjoe Kopi Eksis di Jogja

Dari Banjir Aceh ke Lonjakan Ekspor, Kafe Tanjoe Kopi Eksis di Jogja

Wisata
| Senin, 13 April 2026, 16:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement