40 Ribu Lebih Kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul Aktif Lagi
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Narkoba - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM), Daldiri mengaku prihatin adanya oknum driver di Kawasan Lereng Merapi yang menggunakan pil sapi saat bekerja. Hal ini dirasa sangat membahayakan dan bisa berpengaruh terhadap citra pariwisata di seputaran Gunung Merapi.
“Saya sudah dapat informasi ini. Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi pelaku wisata yang menggunakan obat-obatan maupun minum-minuman keras saat bekerja,” kata Daldiri saat dihubungi, Rabu (14/8/2024).
Tindaklanjut dari temuan kasus dari Polresta Sleman, ia sudah berkoordinasi dengan masing-masing komunitas untuk menonaktifkan sopir yang kedapatan memakai obat atau terpengaruh minuman beralkohol. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi karena Kawasan wisata lereng Merapi masuk destinasi minat khusus sehingga aspek keselamatan menjadi hal yang utama.
Selain itu, agar tidak kecolongan, sejak adanya koordinasi untuk menyambut libur Lebaran juga sudah berkoordinasi dengan dinas perhubungan. Koordinasi tidak hanya sebatas untuk pengecekan kesiapan armada kendaraan, tapi juga menyasar ke Sumber Daya Manusia.
“Intinya siap dilakukan pengecekan urine dan lain sebagainya untuk memastikan tidak ada yang memakai narkoba atau barang haram lainnya. Ini untuk memastikan tidak ada insisden terkait dengan usaha wisata di Kawasan Merapi,” katanya.
BACA JUGA: 3 Pengelola Wisata Jip Ditangkap karena Narkoba, Dinas Pariwisata Sleman Bilang Begini
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid mengatakan, pihaknya segera memanggil komunitas jip wisata di Sleman. Hal ini sebagai upaya agar kejadian tetangkapnya oknum driver menggunakan pil sapi tidak terulang kembali.
“Keselamatan dan kenyamanan dalam wisata sangat penting. Jadi, kami tidak bosan-bosannya mengingatkan pelaku wisata untuk benar-benar bisa memperhatikan aspek ini karena dapat berpengaruh terhadap citra kepariwisataan,” katanya.
Guna mencegah kejadian sama terulang kembali, Ishadi mengaku sudah menyiapkan koordinasi lintas sektor untuk pengawasan secara berkala. “Kami akan koordinasi dengan BNNK, Polresta, Dinas Perhubungan hingga Dinas Kesehatan didalam pengawasan,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Jajaran Satreskoba Polresta Sleman berhasil mengungkap kasus peredaran pil sapi di Kawasan wisata di Kabupaten Sleman. Tiga tersangka ini berinisial KAN,22 dan duet ayah anak yang terlibat adalah SRY,44, dan MWP,24.
Ketiganya merupakan warga dari Kalurahan Donokerto, Turi. Kasatreskoba Polresta Sleman, AKP Alfredo Hidayat mengatakan, penyalahgunaan pil sapi jenis trihexphenidyl bermula dari laporan Masyarakat yang resah terkait dengan jual beli obat-obatan ini. Berdasarkan laporan tersebut, jajarannya langsung menyelidiki hingga menangkap salah satu tersangka berinisial KAN dengan barang bukti 7,5 butir pada 7 Agustus 2024.
Tak berhenti disitu, lanjut dia, upaya pengembangan dilakukan hingga mengamankan teman tersangka KAN, berinial MWP. Dari tangan MWP, polisi berhasil mengamankan barang bukti pil sapi sebanyak 70 butir dan uang hasil penjualan sebesasr Rp35.000.
“Pengembangan terus kami lakukan hingga akhirnya menangkap ayah MWP, berinisal SRY dengan barang bukti sebanyak tujuh butir dan satu unit gawai. Ayah dan anak ini merupakan driver jip wisata di Sleman,” kata Alfredo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.