Dokter Anak Ungkap Cara Melihat Kualitas Susu Formula
Dokter anak Rini Sekartini menjelaskan kualitas susu formula perlu dilihat dari sumber bahan baku, proses produksi hingga pengendalian mutu.
Ilustrasi kekeringan - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY memutuskan untuk memperpanjang status siaga darurat kekeringan di wilayahnya sampai dengan akhir September 2024. Sebelumnya status siaga darurat kekeringan ditetapkan sepanjang Agustus lalu akibat kemarau berkepanjangan.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan, berdasarkan koordinasi pihaknya dengan BMKG setempat hari tanpa hujan di DIY masih akan berlangsung sampai dengan Oktober dasarian tiga mendatang. Pada masa itu hujan akan turun tetapi masih dalam intensitas rendah.
"Makanya kami memutuskan untuk memperpanjang, karena kabupaten semua juga memperpanjang status siaga darurat kekeringannya," kata Noviar, Kamis (29/8/2024).
BACA JUGA: PDIP Dikabarkan Usung Anies Baswedan untuk Pilkada Jawa Barat, Ini Kata Puan Maharani
Status siaga darurat kekeringan itu nantinya akan berlaku sampai 30 September 2024. Adapun surat ketetapan (SK)-nya masih berada di Gubernur DIY untuk segera disahkan. Dengan begitu upaya-upaya penyaluran bantuan air bersih masih akan dilakukan.
"Aktivitasnya masih sama, tindakan berupa penyaluran air ke masyarakat terutama yang di Gunungkidul, Bantul dan Kulonprogo," jelas Noviar.
Pihaknya mencatat total sudah sebanyak 800 tangki air bersih yang sudah disalurkan ke Kabupaten Gunungkidul, 30 tangki ke Kabupaten Kulonprogo dan 25 tangki ke Kabupaten Bantul. Sementara untuk stok, Noviar menyebut masih ada ribuan tangki air bersih yang ada di kabupaten kota.
"Kami sifatnya hanya mengkoordinasi saja, tidak tersedia pada kami, tapi di kabupaten kota seperti Gunungkidul ada 1.000 tangki dan di kecamatan-kecamatan ada 2.000 tangki, di Kulonprogo dan Bantul tidak ada yang ada hanya Dinsos DIY 100 tangki," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dokter anak Rini Sekartini menjelaskan kualitas susu formula perlu dilihat dari sumber bahan baku, proses produksi hingga pengendalian mutu.
Upaya melestarikan bahasa dan aksara Jawa terus dilakukan di tengah perkembangan teknologi digital.
BSSN mengingatkan AI membuat serangan siber ke sektor keuangan makin otomatis, personal, dan sulit dibedakan dari komunikasi asli.
Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 tak lagi sekadar menjadi acara puncak HUT Kota Jogja. Perayaan yang memasuki tahun ke-10 itu dikemas menjadi WJNC Festiv
PSEL Piyungan diproyeksikan mengolah 1.000 ton sampah per hari. DIY menyiapkan pasokan dari Gunungkidul, Kulonprogo hingga Jateng.
Taman Budaya Yogyakarta (TBY) akan menggelar Lomba dan Pameran Fotografi Rana Budaya #4 dengan tajuk FYP (For Your People), sekaligus pameran arsip